Terbantu Pengemudi Ojek, Nadia Jadi Lulusan Terbaik S2 FKp

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Nadia Rohmatul Laili, M.Kep wisudawan Magister Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga dengan IPK 3,98 (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Keterbatasan dalam sarana transportasi dan tidak memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi) bukan menjadi kendala bagi Nadia Rohmatul Laili, M.Kep untuk menyelesaikan studinya di program Magister (S-2) Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga. Malah, pada wisuda September 2016 ini, ia terpilih sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,98.

Dengan tersediaan aplikasi ojek online mempermudah baginya untuk berkeliling mengambil data penelitian di semua Puskesmas di Surabaya. Ia butuh waktu tujuh minggu untuk ambil data itu. Lalu Nadia mencari pengemudi ojek yang mau mengantarkan untuk waktu berbulan-bulan itu. Seorang driver ojek online menerima tawaran itu, jadilah ia partner Nadia untuk antar-jemput saat ia pooling data.

“Saya serahkan daftar Puskesmas se-Surabaya beserta alamatnya, dia yang menentukan Puskesmas mana dulu yang harus dituju. Malah kadang ia mengingatkan bahwa saya ada janji dengan kepala Puskesmas tertentu, hari apa jam berapa. Jadi selain dapat driver, saya serasa punya asisten penelitian,” katanya.

Terkait tesisnya, Nadia mengangkat penelitian berjudul “Perilaku Perawat dalam Penerapan Edukasi Diabetes Mellitus berbasis Theory of Planned Behavior”. Ia mengulas mengenai tindakan penerapan edukasi Diabetes Mellitus oleh perawat Puskesmas se-Kota Surabaya yang berjumlah 62 Puskesmas ini.

Usaha dan kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil memuaskan. Ia meraih nilai A untuk tesisnya. Gadis asal Sidoarjo ini mengaku bahwa niat, komitmen, dan disiplin pada dirinya merupakan hal yang penting untuk meraih hasil yang memuaskan ini. “Tiap ada tugas kuliah atau ujian, saya selalu membuat janji dengan diri saya: kapan harus mengerjakan, harus belajar, dan bagaimana harus mengerjakan,” katanya.

Atas predikat wisudawan terbaik ini, Nadia merasa senang karena mampu membahagiakan orang tuanya. Ia bercita-cita untuk menjadi seorang akademisi, sehingga dirinya tetap fokus pada penelitian Diabetes Mellitus (DM) seperti yang ia tekuni ketika kuliah S-I.  “Saya berterima kasih kepada orang tua, para dosen, dan teman-teman yang sudah memotivasi dan membantu mengerjakan tesis ini. Saya juga berterimakasih kepada tukang ojek itu, karena mau saya ajak curhat dan diskusi masalah tesis meskipun nggak ada background keperawatan,” katanya bangga. (*)

Penulis: Faridah Hariani
Editor: Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu