Berkat Ridho Suami dan Doa Anak, Liliek Susilowati Lulus Terbaik S3 FST UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Liliek Susilowati baru saja menyelesaikan studinya jenjang S-3 pada program studi MIPA di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Liliek Susilowati baru saja menyelesaikan studinya jenjang S-3 pada program studi MIPA di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga. Ia finish dengan IPK 3,96. Hasil ini membawanya meraih predikat wisudawan terbaik pada wisuda September 2016.

Kecintaannya terhadap matematika sejak kecil dan kemampuannya memahami matematika dengan mudah, dianggapnya sebagai karunia Illahi. Dengan kondisi ini, Liliek memperoleh pencapaian dan sukses menyelesaikan disertasinya “Karakterisasi Kekomutatifan Operasi pada Graf Secara Dimensi Metrik.”

Tetapi baginya yang lebih penting adalah ridho suami dan doa anak-anaknya yang menjadi dorongan utama bagi pencapiannya. Selain itu, katanya, tentu tak lepas dari pertolongan Allah SWT yang diyakini telah memudahkan dalam menjalani kewajiban untuk terus mengembangkan ilmu.

“Karena makna keberhasilan yang sesungguhnya adalah apabila yang kita capai ini dapat membawa kebahagiaan hakiki bagi kita di dunia dan akhirat,” ujarnya.

Staf pengajar di Departemen Matematika FST UNAIR ini beberapa penelitian dan tulisannya sudah nembus publikasi (jurnal) internasional, salah satunya Far East Journal of Mathematical Sciences. Sebagai pengajar, ia berharap besar dapat mencetak generasi penerus yang menjadi manusia seutuhnya, manusia cerdas dan menebar manfaat bagi sesama.

Ia menyatakan keprihatinannya dengan kaum intelektual yang mulai tergerus arus materialisme, hedonisme dan individualisme. Ia ingin generasi penerus cetakan kampus dapat menjadi kaum intelektual yang menebar manfaat dan serius mengembangkan ilmu pengetahuan demi kesejahteraan umat.

”Kerusakan yang terus meningkat di negeri ini pun menjadi tanggungjawab para intelektual. Karena Allah telah memberi karunia lebih kepada para intelektual, yaitu kemampuan berpikir lebih dibanding rakyat kebanyakan, serta diberi kesempatan menempuh kuliah di PTN yang tidak dimiliki oleh rakyat kebanyakan,” tandas perempuan kelahiran Ponorogo 12 Januari 1970 ini. (*)

Penulis: Oky Putri Rahayu
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu