Pengmas FF UNAIR, Membangun Masyarakat Sehat bersama Apoteker

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Program “Membangun Masyarakat Sehat bersama Apoteker” yang diadakan oleh sivitas akademika Fakultas Farmasi Universitas Airlangga di Kabupaten Pamekasan. (Sumber: Istimewa)

UNAIR NEWS – Sudah dua tahun ini, sivitas akademika Fakultas Farmasi (FF) Universitas Airlangga (UNAIR) menjalankan program Pengabdian Masyarakat (Pengmas) di wilayah Bangkalan, Pamekasan, dan Sidoarjo. Dimulai sejak tahun 2014 hingga sekarang, pengmas tersebut merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis FF UNAIR ke-53.

Menurut Dekan FF UNAIR Dr. Dra. Hj. Umi Athijah, M.S., Apt, program tersebut melibatkan seluruh mahasiswa dan dosen seluruh departemen. Kelima departemen itu adalah Farmakognosi dan Fitokimia, Farmasetika, Farmasi Klinis, Farmasi Komunitas, dan Kimia Farmasi.

“Dengan adanya program ini, kami berharap masyarakat bisa mengatasi permasalahannya sendiri terkait barang-barang dan produk kefarmasian,” terang Umi.

Program “Membangun Masyarakat Sehat bersama Apoteker” itu terdiri dari berbagai kegiatan. Kegiatannnya cukup variatif. Masyarakat diberi penyuluhan tentang zat-zat tambahan yang aman pada makanan, seperti pewarna, dan pemanis buatan. Selain itu, ada juga kegiatan menanam tanaman obat untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan warga setempat, seperti pembuatan jamu dan masker.

“Kami juga mengajari bagaimana masyarakat menyimpan obat dengan benar. Bagi mereka yang memiliki sakit kronis, misalnya, mereka kan selalu menyetok obat-obatan di rumah. Karena obat ini kan menyimpannya tidak boleh sembarangan. Jadi, selama disimpan juga harus dijaga stabilitasnya,” imbuh Umi.

Setiap daerah memiliki kegiatan yang berbeda-beda. Di Pamekasan dan Bangkalan, sivitas FF lebih spesifik tentang pengelolaan obat. “Masyarakat Madura itu unik, ya. Uniknya, ya sudah obat ditaruh di tempat-tempat yang sembarang karena juga terkendala bahasa. Sehingga, kami menganggap literasi kesehatan relatif bermasalah di sana,” tutur Umi. Kunjungan ke Pamekasan sendiri dilakukan pada Minggu (4/9) lalu.

Dari penyuluhan tersebut, masyarakat merespon dengan baik. “Sejauh ini, progresnya positif. Masyarakat sudah mengetahui caranya bikin jamu sendiri, mulai cara merebus, menyalakan api, termasuk pancinya. Minimal itu yang sudah diketahui masyarakat. Tujuannya, adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sendiri. Mereka juga mengetahui cara menyimpan obat dengan benar,” tutur Umi.

Dalam menjalankan program itu, pimpinan FF UNAIR bekerja sama dengan RSUD Bangkalan, Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Ikatan Apoteker Indonesia cabang Pamekasan. (*)

Penulis: Defrina Sukma S
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu