Pagelaran Airlangga Sumbaga Wiratama Raih Sukses Besar di TMII

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
MANTAN Wapres Try Sutrisno (nomor 7 dari kiri) diapit Rektor UNAIR Prof. Moh Nasih dan Dr. Sri Teddy Rusdy, dan Ir. Hartarto (kiri) bersama anak wayang (pemain) usai pagelaran ”Airlangga Sumbaga Wiratama” di TMII Jakarta, Minggu (25/9). (Foto: Pribadi IKA-UA)

UNAIR NEWS – Pagelaran wayang orang (WO) Pancagatra Nararya Senawangi (PNS) dengan lakon ”Airlangga Sumbaga Wiratama” meraih sukses besar, di Gedung Pewayangan Kautaman TMII Jakarta, Minggu (25/9) petang. Pagelarang yang diprakarsai Dr. Sri Teddy Rusdy, SH., M.Hum., alumni S1 Fakultas Hukum dan S2 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga ini, didedikasikan untuk almamaternya, Universitas Airlangga, sebagai pertama kali ia menempuh ilmu di dunia pendidikan.

Tolok ukur sukses itu dilihat dari pemirsa yang hadir dan memadati gedung. Diantara pemirsa itu ada mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, mantan Menteri Perindustrian Ir. Hartarto, pengurus Senawangi (Sekretariat Nasional Wayang Indonesia) dan pengurus PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia), tokoh masyarakat dan masyarakat pecinta seni.

Dari jajaran UNAIR hadir Rektor Prof. Dr. Moh Nasih, MT., SE., Ak., MCA, beberapa dekan dan wakil dekan, tokok IDI dr. Ario Djatmiko, Sp.B-(Onk). Dari jajaran alumni UNAIR, ada Ketua IKA UNAIR Drs. Ec. Haryanto Basyuni, Drs. Ec. Mustofa (KAP dan penulis buku “Branding Kantor Akuntan”), Drs. Mashariono, MBA., Drs. Ec. Pribadi “Diar”, dan puluhan alumni UNAIR di Jakarta.

Mengapa mengangkat lakon “Prabu Airlangga?”. Ditegaskan oleh Dr. Sri Teddy Rusdy, karena di eranya, Airlangga merupakan raja pembaharu yang disegani diantara raja-raja di Asia Tenggara. Kemudian sebagai penggiat kebudayaan, lebih khusus tentang wayang sebagai kesenian asli Indonesia yang adiluhung dan edipeni, kesenian ini bahkan sudah diakui UNESCO sebagai World Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.

”Karena itu saya memilih ’Airlangga’ yang saya tuangkan dalam karya naskah pewayangan ini. Hal ini sekaligus untuk menggali dan mengeksplorasi narasi besar kebudayaan bangsa Indonesia sebagai maha karya warisan sejarah dunia,” tulis Dr. Sri Teddy Rusdy, yang dalam pagelaran ini sebagai penulis naskah sekaligus pemrakarsa.

SIVITAS Universitas Airlangga diantaranya Rektor, Wakil Rektor, beberapa dekan dan tokoh alumni, bersama mantan Wapres Try Sutrisno dan pemeran Prabu Airlangga. (Foto: Pribadi IKA-UA)
SIVITAS Universitas Airlangga diantaranya Rektor, Wakil Rektor, beberapa dekan dan tokoh alumni, bersama mantan Wapres Try Sutrisno dan pemeran Prabu Airlangga. (Foto: Pribadi IKA-UA)

Kedepan, kata pendiri Senawangi ini, naskah “Airlangga” ini akan dikembangkan menjadi gelaran wayang kulit untuk durasi semalam suntuk. Hal ini tidak lain untuk mengangkat kebesaran Airlangga sebagai raja yang dikagumi dan berwibawa pada jamannya.

”Disini kami sejatinya berharap agar putera-puteri terpilih alumni Universitas Airlangga dapat menjadi Airlangga-Airlangga baru yang tersebar di seluruh Nusantara, bahkan dunia. Jayalah Airlangga,” tandas Sri Teddy Rusdy, yang pernah menyumbangkan satu kotak komplit wayang kulit (Wayang Purwa) kepada Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR.

Pagelaran “Airlangga Sumbaga Wiratama” ini didukung 28 pemain dan disutradarai oleh Ali Marsudi, S.Sn., yang sekaligus memerankan tokoh Prabu Airlangga. Mereka memainkan berbagai karakter tokoh, misalnya Narotama, Prabu Udayana, Prabu Dharmawangsa, Mpu Baradha, Mahendradatta, dsb. Musiknya ditangani oleh Untoro, S.Sn bersama 19 pengrawitnya. Sedang Ki Edi Sulistiyono, S.Sn., M.Hum sebagai dalangnya. Tim artistik digarap oleh Agus Linduaji. Selain itu juga didukung Teater Wayang Indonesia dan Yayasan Kertagama. (*)

Penulis : Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu