Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Prof. M Nasir (batik merah) ketika hadir dalam National Research Expo tahun 2015, di ACC UNAIR. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga mengundang partisipasi perguruan tinggi (Perti) se-Indonesia Timur dan kalangan industri dari berbagai daerah di Indonesia untuk ambil bagian dalam “National Research Expo 2016 Universitas Airlangga” yang akan dilaksanakan tanggal 10-12 November 2016. Pameran produk riset inovatif ini akan digelar di Gedung Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C Jl. Dr. Ir. Soekarno, Mulyorejo, Surabaya. Tahun ini merupakan NRE ketiga, yang selalu dilaksanaan dalam rangkaian peringatan Dies Natalis UNAIR.

Menurut Ketua Pelaksana NRE UNAIR 2016 Prof. Dr. Suwarno, drh., M.Si., National Research Expo (NRE) 2016 ini akan menampilkan produk unggulan Perti, termasuk dari UNAIR, produk LPPM PTN/PTS, hasil research and development pihak industri terkait, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan unit binaan terkait UNAIR.

”Hal diatas merupakan gebyar pamerannya, sedang menyertai itu juga dilaksanakan berbagai kegiatan. Ada seminar hasil riset, seminar halal, kompetisi paper, lokakarya penulisan, dan parade seni mahasiswa,” kata Prof. Suwarno, Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR ketika memimpin rapat panitia.

Dirincinya, Animal Science Paper Competition (Kompetisi Paper Ilmiah Veteriner) Mahasiswa se-Indonesia merupakan lomba paper mahasiswa D3 dan S1 PTN-PTS se-Indonesia. Tahun ini temanya: “Kontribusi Penelitian Terhadap Inovasi Kesehatan Hewan dan Animal Welfare dalam Menghadapi Free Trade Area of the Asia Pasific (FTA-AP) 2020”.

Dalam NRE tersebut juga akan dilaksanakan Pameran Ternak, Ikan, dan Herbal Hasil Inovasi Universitas Airlangga, khususnya ternak silang kambing perah SAFERA, dengan produksi susu pasteurisasi, youghurt. Juga dipamerkan, kambing pedaging “Burcang” (dengan diversifikasi produk daging). Sedang pameran ikan dan produk herbal diharapkan dari para stakeholder/binaan UNAIR.

Seminar dan Talk Show

Seminar yang akan dilaksanakan, antara lain tentang hasil riset UNAIR berdasarkan hasil seleksi terbaik. Acara ini dilaksanakan dua hari. Pada 11 November dirancang seminar dengan tema “Peran Stem Cell pada Terapi Penyakit Metabolik dan Menular” dengan nara sumber Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam, drh dari Pusat Stem Cell Universitas Airlangga dan Yuyus Kusnadi, dr., Ph.D, Kepala Laboratorium Riset Kalbe Farma Grup. Sedangkan senimar tanggal 12 November tentang “Potensi Herbal sebagai Bahan Terapi pada berbagai Gangguan Kesehatan”. Disini panitia akan mengundang pemakalah Prof. Dr. Suprapto Maat, Apt (FK UNAIR) dan Dr. Nurul Taufiq Rohman dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Samentara Seminar Halal akan dilaksanakan pada 11 November 2016. Disini akan dibahas mengenai kehalalan dan pengawasan peredaran produk halal di Indonesia. Seminar ini tahun lalu mengundang cukup banyak peminat karena terdapat kajian dari sisi agama. Kali ini pun masih seperti dulu, dan akan menghadirkan pembicara Dr. Ir. Anton Apriyantono (Mantan Menteri Pertanian), Prof. Dr. Soegijanto, Apt (LPPOM MUI Jatim), dan Tati Maryati (Ketua Pokja Halal ICMI dan Gumkemindo).

Sedangkan talk show yang digelar mengangkat tema “Kemandirian Produk Vaksin dalam Penanggulangan Penyakit Zoonosis di Indonesia”. Diselenggarakan 12 November 2016. Disini akan menghadirkan pakar vaksin dari pihak industri vaksin manusia (PT Bio Farma Bandung) dan Vaksin Hewan (PT Vaksindo Jakarta) dan dari Avian Influenza Research Center (AIRC) Universitas Airlangga.

Kemudian Lokakarya Penulisan Karya Tulis Ilmiah Siswa SMA/SMK se-Surabaya dilaksanakan 12 November 2016. Panitia akan mengundang siswa SMA/SMK se-Kota Surabaya. Ini sebagai upaya untuk meningkatkan kepekaan dan pemahaman siswa tentang pentingnya karya tulis ilmiah sebagai sarana menuju prestasi pada pemuda Indonesia.

“Sedangkan parade seni akan kami tampilkan karya mahasiswa UNAIR dari berbagai aktivitas seperti band, tari, teater, Al-banjari, acapella dan demo memasak,” kata Prof. Suwarno. (*)

Penulis: Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone