Tax Amnesty Diharapkan Membawa Dampak Positif di Masyarakat

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana seminar Tax Amnesty di Aula Kahuripan, Kantor Manajemen, Kampus C UNAIR, Sabtu lalu (17/9). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Sekitar dua ratus hadirin yang berasal dari berbagai latar belakang, memadati aula Kahuripan, Kantor Manajemen, Kampus C Universitas Airlangga Sabtu pagi (17/9). Mereka terdiri dari konsultan pajak, wajib pajak, akuntan, auditor, konsultan keuangan, dosen, dan mahasiswa.

Orang-orang tersebut datang dengan antusias untuk menghadiri seminar bertajuk “Arah Kebijakan Perpajakan Pasca Tax Amnesty”. Acara yang digelar atas kerjasama UNAIR, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pajak (IAI-KAPj), dan BRI itu menghadirkan dua narasumber berkompeten. Mereka adalah Prof. Dr. Poltak Maruli John Liberty Hutagaol, MAc., Mec(Hons)., AK., CA selaku Direktur Perpajakan Internasional Ditjen Pajak Kemenkeu dan Ketua IAI-KPAj Pusat, dan DR Rudi Purwono SE., MSE selaku Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR.

Datang pula menjadi keynote speaker Kepala Kanwil DJP Jatim I Kemenkeu Estu Budiarto SE., MBA., Ak. Seminar dimoderatori Dr Ardianto SE., MSi., Ak., CA., CMA Direktur Keuangan UNAIR dan Wakil Kabid 3 IAI Wilayah Jatim, dan Dr Elia Mustikasari ., MSi., Ak., CA., CMA., BPK., BAK Ketua Laboratorium Pengkajian dan Pengembangan Akuntansi Perpajakan dan Sistem Informasi (LPPAPSI) FEB UNAIR, dan Wakil Ketua IAI-KAPj Pusat.

Pada kesempatan itu, Prof John menjelaskan, melalui program Tax Amnesty pemerintah berupaya membuat perbaikan di aspek perekonomian. Harapannya, kedisiplinan wajib pajak akan tergerak ke arah lebih baik.

“Ini merupakan langkah konkret dari pemerintah kepada masyarakat agar Indonesia lebih siap dan mantap memasuki program pembangunan skala besar yang akan dituju,” kata dia.

Di lain pihak, Dr Rudi menjelaskan bahwa kondisi perekonomian di Indonesia saat ini penuh ketidakpastian. Imbasnya,  lembaga keuangan dunia selalu membuat proyeksi dan cepat dikoreksi. Untuk membuatnya lebih efektif, efisien, dan baik, perlu peran serta semua elemen.

“Ekonomi berjalan lebih cepat jika swasta berperan. Namun harus diiringi oleh pemerintah, agar tidak timpang,” cetusnya.

Pada prinsipnya, seminar Tax Amnesty itu menambah wawasan dan pengetahuan hadirin tentang seluk-beluk kebijakan yang digadang-gadang eksekutif bakal “menyehatkan” kas negara tersebut. Isu ini dikupas dari beragam perspektif secara menyeluruh.

Direktur Keuangan Dr Ardianto yang diwawancara UNAIR News berharap, seminar ini dapat memberikan gambaran dampak Tax Amnesty, juga menunjukkan arah dan kebijakan pemerintah pasca program tersebut. Sehingga, dunia usaha dan seluruh masyarakat dapat memahami tujuan dan filosofinya.

“Dalam seminar tersebut juga dipaparkan kajian makro ekonomi untuk memberikan gambaran tentang apa pentingnya Tax Amnesty,” kata dia.

Seperti diketahui, UU Pengampunan Pajak yang diajukan pemerintah sudah disahkan DPR dan berlaku sejak 1 Juli 2016 melalui UU 11/2016. Sehubungan dengan hal ini, perlu dilakukan sosialisasi terkait pemahaman teknis di masyarakat.  Yang paling penting, pasca kebijakan ini dipastikan akan ada langkah konkret lain dari pemerintah. Termasuk, ketegasan di bidang hukum dalam lingkup perpajakan.

Tujuan Tax Amnesty sendiri adalah membawa wajib pajak yang selama ini belum patuh dan objek pajak yang belum dilaporkan ke dalam sistem administrasi pajak. Dengan demikian, kontrol pemerintah akan lebih maksimal. Optimalisasi pemasukan negara dari sektor pajak pun dapat bergerak dengan maksimal. (*)

Penulis: Rio F. Rachman
Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu