Memperkuat Data Kinerja Penelitian

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi UNAIR NEWS

UNAIR NEWS – Pada pertengahan Agustus lalu, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI merilis peringkat daftar perguruan tinggi berdasarkan kinerja penelitian. Dalam daftar tersebut, Universitas Airlangga berada pada posisi ke-6 dari 25 seluruh perguruan tinggi yang berada pada klaster mandiri. Posisi itu meningkat dibandingkan kinerja penelitian tahun 2014. Pada tahun 2014, UNAIR menduduki peringkat ke-11 dari 14 perguruan tinggi pada klaster mandiri.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Inovasi UNAIR Prof. Hery Purnobasuki, M.Si., Ph.D., ketika diwawancarai reporter UNAIR NEWS. Terkait dengan peningkatan itu, Prof. Hery mengatakan bahwa ia dan timnya telah mengumpulkan berbagai penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa.

Penelitian yang terdata dalam kinerja penelitian tahun ini mencapai lebih dari 720 publikasi. Publikasi yang dimaksud adalah penelitian yang dipublikasikan pada jurnal terakreditasi nasional, dan jurnal bereputasi internasional.

Menurut Prof. Hery, untuk meningkatkan publikasi penelitian, maka perlu dibangun sistem input data yang terintegrasi di lingkungan fakultas maupun universitas. Maksudnya, diperlukan input data penelitian oleh peneliti yang bisa diakses oleh fakultas maupun universitas. Sehingga, data publikasi penelitian bisa dilaporkan sepenuhnya kepada Dikti.

“Penguatan data kinerja penelitian harus diiringi dengan sistem input yang dibangun dari fakultas, misalnya di-update lewat cybercampus. Jadi, kami yang di rektorat tinggal melihat sistemnya. Berapa jumlah publikasi, dan siapa saja yang sudah publikasi tahun ini,” terangnya.

Klaster mandiri merupakan tingkatan tertinggi dalam berbagai klaster penelitian yang ditentukan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Selain mandiri, ada pula klaster binaan, madya, dan utama.

Indikator lainnya yang dinilai dalam kinerja data penelitian adalah hibah Ditlitabmas (Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat), hibah non-Ditlitabmas, hak kekayaan intelektual, pemakalah forum ilmiah, kontrak kerja, penyelenggaraan forum ilmiah, dosen perguruan tinggi, peneliti asing, unit fasilitas penunjang, staf pendukung, dan unit bisnis hasil riset.(*)

Penulis: Defrina Sukma S
Editor : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu