Bahas Solusi Pro dan Kontra Kebijakan Pengampunan Pajak

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi UNAIR NEWS

UNAIR NEWS – Setelah sukses dengan acara Gelar Inovasi Guru Besar bertema “Stem Cell: Harapan untuk Kehidupan yang Lebih Baik”, Universitas Airlangga kembali mengadakan acara serupa dengan tema berbeda. Kali ini, tema yang akan diangkat adalah mengenai isu pengampunan pajak atau tax amnesty.

Acara yang akan diselenggarakan pada Selasa depan (27/9) tersebut, menghadirkan tiga guru besar UNAIR yang berkompeten yang dalam bidangnya, ialah Guru Besar FEB UNAIR Prof. Tjiptohadi Sawarjuwono, M.Ec., Ph.D, Guru Besar FISIP UNAIR Prof. Kacung Marijan, MA., Ph.D, dan Guru Besar FH UNAIR Prof. Dr. Tatiek Sri Djatmiati, M.S., acara akan dimoderatori oleh Dr. Sarwirini, S.H., M.S.

Seperti yang pernah dituturkan Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) Universitas Airlangga Badri Munir Sukoco, Ph.D, acara gelar inovasi guru besar ini diselenggarakan untuk menunjukkan kepedulian para pakar UNAIR atas permasalahan di masyarakat. Sehingga harapannya, guru besar UNAIR dapat memberikan sumbangsih pemikiran mereka atas permasalahan yang sedang perkembang di masyarakat.

Seminar dengan tajuk “Tax Amnesty: Antara Harapan dan Kenyataan” ini mengundang pimpinan UNAIR, mahasiswa dan dosen fakultas ekonomi se-Surabaya, kepala dinas di lingkungan Jawa Timur, pengusaha, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Cabang Surabaya, dan tokoh masyarakat yang memiliki kepentingan dengan ekonomi dan pajak.

Tax Amnesty atau pengampunan pajak memang sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat saat ini, utamanya ekonom. Pasalnya, UU Pengampunan Pajak yang diajukan pemerintah sudah disahkan DPR dan berlaku sejak 1 Juli 2016 melalui UU 11/2016. Sehingga, tema Tax Amnesty relevan untuk dibicarakan sebab menyangkut sosialisasi pembayaran pajak oleh masyarakat.

Seperti yang sudah diketahui, kebijakan Tax Amnesty atau pengampunan pajak dikeluarkan dengan tujuan untuk “menyehatkan” kondisi kas negara. Namun dalam perjalanannya, muncul sejumlah perspektif bernuansa pro dan kontra. Bagi pihak yang pro, kebijakan tersebut memang bisa menyehatkan kondisi kas negara, namun bagi yang kontra, ada asumsi kalau langkah eksekutif itu hanya memberi keuntungan pada pengusaha-pengusaha besar. Untuk itu, Sekretaris Pusat Informasi dan Humas UNAIR mengatakan, tema Tax Amnesty sangat relevan didiskusikan oleh pakar UNAIR dan masyarakat yang berkaitan langsung.

“UNAIR sebagai intitusi pendidikan yang lebih netral, memiliki pakar-pakar yang akan memberi tanggapan terkait pro kontra pengampunan pajak. UNAIR ingin memberikan kontribusi bagi carut marut pro kontra tax amnesty,” ujar Bimo.

Menyikapi hal tersebut, Universitas Airlangga turut ambil andil untuk mengupas baik-buruk dari kebijakan Tax Amnesty. Sekaligus, memberi solusi konkret bagi pemerintah terkait apa saja yang mesti dilakukan agar kebijakan ini tidak salah sasaran, apalagi berdampak negatif. Yang mesti diperhatikan pula, isu stratregis ini tidak hanya berkisar di satu bidang. Melainkan, melingkupi banyak aspek mulai ekonomi, sosial, politik, dan hukum. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor    : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu