Dekan FK UNAIR Melantik dan Menyumpah 169 Ahli Madya Kesehatan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
DEKAN FK UNAIR Prof. Soetojo melantik 169 Ahli Madya Kesehatan lulusan D-III FK UNAIR, Rabu (15/9) kemarin. (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U(K), melantik dan menyumpah 169 Ahli Madya Kesehatan, di Aula FK, Rabu (15/9) kemarin. Pelantikan dan penyumpahan lulusan Diploma-III dibawah naungan FK UNAIR ini, merupakan yang terakhir. Sehingga untuk agenda serupa yang akan datang akan dilaksanakan oleh Fakultas Vokasi, seiring dengan jenjang pendidikan vokasi (D-III) di UNAIR dikelola dalam satu manajemen dibawah Fakultas Vokasi bersama 17 prodi yang lain.

Karena itu, pada acara ini selain dihadiri Wakil Rektor I UNAIR Prof. Joko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., Ph.D., FINASIM, segenap pimpinan dan Dekanat, dan Guru Besar FK, juga dihadiri Dekan Fakultas Vokasi UNAIR H. Widi Hidayat, SE., M.Si., Ak., bersama wakil-wakil dekan FV yang lain. Selain itu juga undangan dan orang tua wisudawan.

Sebanyak 169 lulusan D-III tersebut terdiri 50 Ahli Madya Kesehatan lulusan D-III Radiologi, 42 orang lulusan D-III Fisioterapi, dan masing-masing 38 orang lulusan dari D-III Analis Medis dan Battra (Pengobat Tradisional) UNAIR.

Dalam sambutannya, Dekan FK Prof. Soetojo berpesan hendaknya wisudawan sudi mengabdikan ilmu dan keterampilannya di daerah dan atau di luar Jawa, sehingga tidak hanya berfikir di kota. Dengan mau mengabdi di daerah dan Luar Jawa dipastikan tidak akan menganggur.

“Saya yakin kalian sudah diajarkan dan Anda sudah mempelajari semua keterampilan, sehingga menjadi lulusan terbaik Ahli Madya Kesehatan FK UNAIR. Ini penting sebagai modal percaya diri dalam bekerjasama dengan tenaga kesehatan yang lain untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat,” kata Guru Besar Ilmu Urologi FK UNAIR ini.

Dekan FK berpesan hendaknya disyukuri menjadi lulusan UNAIR, sebab banyak sekali yang ingin masuk D3 UNAIR ini, tetapi banyak juga yang tidak diterima. Karena memang terbatas, dan sekarang yang diterima itu sudah berubah status menjadi lulusan (alumni), sehingga pantas untuk disyukuri.

Dikisahkan pula, Prodi D-III FK UNAIR itu diresmikan sejak 24 September 1984 sesuai SK Ditjen DIKTI No. 0117/DIKTI/Kep/1984 tentang Fakultas Non-Gelar Kesehatan (FNGK) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Kata Prof. Soetojo, pada awalnya masih sedikit yang meminati dua prodi D-III yang ada, yaitu D-III Analis Medis dan Fisioterapi. Tetapi mulai tahun 2000 peminatnya mulai banyak dan lulusannya tersebar di banyak daerah di Indonesia ini.

Sedangkan Wakil Rektor I UNAIR prof. Djoko Santoso menjelaskan bahwa Ahli Madya Kesehatan itu punya peran strategis sebagai mitra para dokter. Untuk itu dipesankan untuk berkaryalah sepenuh keyakinan dengan ilmu dan ketrerampilan yang sudah dipelajari secara professional.

”Saat berkarya itu jangan ragu untuk bermitra dengan tenaga kesehatan yang lain. Selain itu sumpah itu merupakan janji agung, sehingga jangan diingkari,” pesan Prof. Djoko Santoso, yang juga mentan Wakil Dekan II FK UNAIR itu.

Turut menjadi penyemangat para wisudawan adalah Wakil Direktur RSUD Dr. Soetomo, Endang Damayanti, dr., M.Kes., M.Hum. Ia berpesan untuk senantiasa mematuhi etika professi dan aturan pelayanan kesehatan, sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang prima.

”Lakukan dengan sebaik-baiknya kewenangan sesuai dengan keahlian saudara. Mengapa ini saya tekankan, karena banyak kasus-kasus yang terjadi diluar kewenangannya itu,” pesan dr. Endang Damayanti. (*)

Penulis: Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu