Mantan Dekan FISIP UNAIR Drs. Johanes Dwi Narwoko, MA, Tutup Usia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Salah satu putra mendiang Dekan FISIP Dwi Narwoko menyampaikan sambutan dalam prosesi persemayaman, Rabu (14/9). (Foto: Defrina Sukma S)

UNAIR NEWS – Sivitas akademika UNAIR tengah berduka. Dekan FISIP periode 1988-1991 dan 1991-1995, Drs. Johanes Dwi Narwoko, MA,. meninggal dunia di usia 74 tahun, Senin (12/9). Sebelum dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Keputih, jenazah disemayamkan di FISIP UNAIR untuk diberi penghormatan terkahir oleh sivitas akademika UNAIR, Rabu (14/9).

Sebagai sahabat karib almarhum semasa hidup, Drs. Herwanto, MA mengungkapkan bahwa mendiang Dwi Narwoko merupakan sosok yang sederhana dan selalu memegang teguh disiplin. “Selaku teman, saya memohonkan maaf Pak Dwi apabila ada kesalahan. Beliau ini sosok yang sederhana, tapi disiplin,” kenangnya saat memberi sambutan.

Turut hadir saat acara persemayaman, Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA., mengatakan bahwa mendiang merupakan salah satu putra terbaik UNAIR, khususnya FISIP. Pasalnya, mendiang Dwi Narwoko yang juga pernah menjabat Ketua Jurusan Prodi Sosiologi FISIP UNAIR tahun 2004-2008 telah mengabdi di UNAIR selama kurang lebih 35 tahun.

Mendiang Dekan FISIP UNAIR Dwi Narwoko 1988 - 1991, dan 1991 - 1995. (Sumber: Istimewa)
Mendiang Dekan FISIP UNAIR Dwi Narwoko 1988 – 1991, dan 1991 – 1995. (Sumber: Istimewa)

“Pak Dwi merupakan salah satu putra terbaik UNAIR. Hampir separuh hidupnya beliau mengabdi di UNAIR, terutama di Prodi Sosiologi. Beliau juga termasuk salah satu perintis dan pelopor dari FISIP,” ungkap Prof. Nasih. “Maka, atas nama seluruh sivitas akademika turut berbela sungkawa dan berduka,” imbuhnya.

Prof. Nasih juga sempat mengenang sosok mendiang yang memiliki jiwa menghidupkan dan mengembangkan FISIP UNAIR. Mendiang juga bukan sosok yang mendahulukan kepentingan pribadi. “Beliau lebih sering menghidupkan fakultas, daripada mencari kehidupan dari fakultas, beliau juga sosok yang tidak mementingkan diri sendiri,” kenangnya. “Sangat jarang ada orang yang berkarakter seperti beliau,” imbuhnya.

“Selamat Jalan Guruku, Selamat Jalan Seniorku, Selamat Jalan Saudaraku. Semoga dedikasimu dapat menjadi teladan bagi kami semua,” pungkas Prof. Nasih.(*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu