Mahasiswa UNAIR Dibekali Sertifikat Penanganan Makanan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ujian “Sertifikasi Penanganan Makanan pada bidang Usaha Makanan” di Fakultas Perikanan dan Kelautan, Jumat (9/9). (Foto: Binti Q Masruroh)

UNAIR NEWS – Demi meningkatkan kualitas dan membekali mahasiswa dalam bidang penanganan makanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga, mengadakan acara “Sertifikasi Penanganan Makanan pada bidang Usaha Makanan”. Uji sertifikasi bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Jaminan Mutu Keamanan Pangan (LSP JMKP).

Ujian sertifikasi diadakan terhitung sejak Selasa (16/8) hingga Jumat (9/9). Ujian ini dilakukan secara bertahap, mulai dari tes tulis, wawancara, dan praktik. Secara keseluruhan, ujian diikuti oleh 160 mahasiswa beberapa fakultas yang berkaitan dengan pengelolaan makanan, seperti program studi Teknologi Industri Hasil Perikanan, Budidaya Perairan, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Gizi, Perhotelan, dan Pariwisata.

Wakil Dekan I FPK UNAIR Dr. Ir. Endang Dewi Masithah, M. P. mengatakan, tujuan kegiatan sertifikasi bagi mahasiswa UNAIR adalah untuk membekali calon lulusan dengan sertifikat kompetensi.

“Sehingga mahasiswa dapat meningkatkan daya saing dan mobilitas lulusan di pasar kerja global, meningkatkan pengakuan atas kompetensi tenaga kerja, meningkatkan prospek karir lulusan, meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan lulusan, serta meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja,” ujar Endang.

Melalui sertifikasi ini, Endang berharap UNAIR dapat mengembangkan berbagai skema kompetensi pada LSP yang telah dibentuk. Tujuannya, mewadahi kebutuhan sertifikasi kompetensi lulusan berbagai fakultas di UNAIR. Ia juga berharap, pemerintah terus meningkatkan program serupa yang diberikan untuk mahasiswa.

“Harapan terhadap pemerintah agar terus meningkatkan program-program subsidi sertifikasi kompetensi semacam ini sebagai bentuk perlindungan terhadap warga negara Indonesia,” ujarnya.

Asesor yang menjadi penguji pada sertifikasi ini ialah Dewi Woro dari LSP JMKP. Ia mengatakan, ada empat metode yang diujikan pada saat sertifikasi. “Ada empat metode penilaian sertifikasi ini yakni tes tulis dengan jenis studi kasus dan pilihan ganda, serta tes lisan berupa wawancara dan praktik. Jika pertanyaan tidak terjawab ketika tes tulis, maka akan kita tanyakan ketika tes wawancara,” ujar Dewi.

Sertifikasi yang diikuti oleh mayoritas mahasiswa semester akhir ini, berlaku dua tahun sejak dikeluarkan. Hafizh Muhammad Noor selaku alumni FPK yang turut menyiapkan persiapan sertifikasi, mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya sertifikasi adalah memberikan jaminan bahwa lulusan memiliki kompetensi tertentu, misalnya kemampuan penanganan makanan pada jasa usaha makanan, dan juga penanganan bahan baku tumbuhan. Ini erat kaitannya dengan program studi yang baru dibuka pada 2015 lalu, yaitu Teknologi Industri Hasil Perikanan.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa produk dari perikanan salah satunya adalah produk pangan. Sehingga, lulusan kita di FPK diharapkan memiliki kemampuan kompetensi untuk menangani produk pangan,” ujar Hafiz. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor: Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu