FKG Terima Enam Mahasiswa Asal Jepang

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Perwakilan mahasiswa pertukaran asal Jepang berfoto bersama sivitas akademika Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga.

UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga kembali menerima enam mahasiswa asal Jepang dalam program pertukaran mahasiswa. Keenam mahasiswa asal Jepang itu menjalani studi di FKG pada tanggal 4 – 16 September 2016. Pada Rabu (7/9) lalu, diselenggarakan penyambutan keenam mahasiswa Jepang oleh mahasiswa, dosen, dan pimpinan FKG.

Mahasiswa itu berasal dari dua kampus di Jepang yakni Tohoku Dentistry University, dan School of Dentistry Hiroshima University. Keenam mahasiswa itu adalah Kanako Okada, Honoka Nambu, Xuezhu Mao, Naoko Sugihara, Rioka Sakamoto, dan Tappei Morimura.

Pada program yang berlangsung selama dua belas hari itu mahasiswa pertukaran diajak untuk mengikuti perkuliahan aktif di kelas dan laboratorium, observasi klinik, kunjungan ke rektorat, Rumah Sakit UNAIR, Institute of Tropical Disease, International Office and Partnership, Puskesmas Wates Mojokerto, dan kegiatan kebudayaan.

Pada awal acara penerimaan, Wakil Dekan II FKG Dr. Agung Sosiawan, drg., M.Kes, mempersilakan perwakilan mahasiswa asing untuk memperkenalkan diri. Kegiatan dilanjutkan dengan acara welcome party pada sore hari di Aula Garuda Muka FKG. “Saya harap mahasiswa FKG bisa membantu teman-teman dari Jepang selama belajar di sini. Selain bertukar ilmu juga bertukar kebudayaan,” tutur Agung.

Setelah perkenalan, acara dilanjutkan presentasi hal-hal umum seputar Jepang, seperti keadaan geografis, makanan tradisional, dan kebudayaan. Acara dijeda dengan makan malam bersama. Di kesempatan itu, para mahasiswa FKG mencoba mengakrabkan diri dengan berceloteh bersama mahasiswa Jepang. Mereka bertukar cerita seputar kehidupan di Indonesia, terutama di Surabaya. Selain itu, mereka juga menjelaskan tentang makanan dan minuman yang menjadi hidangan makan malam saat itu.

Usai makan malam, mahasiswa Jepang menunjukkan kebolehan dengan memakaikan kimono pada mahasiswa FKG, melakukan atraksi, menari seperti anggota grup vokal J-Pop lengkap dengan kostumnya, dan tarian tradisional Jepang.

Mahasiswa FKG pun tak mau kalah menarik. Mereka menampilkan tarian Saman dari Aceh. Selama pertunjukan tari Saman berlangsung, mahasiswa Jepang dibuat terperangah. Mereka tak ingin ketinggalan momen yang belum mereka saksikan sebelumnya sehingga langsung mengeluarkan ponsel untuk merekam dari awal sampai akhir.

Tappei, salah satu mahasiswa Jepang, ketika diwawancarai mengatakan bahwa ia menyukai makanan dan keramahan orang Indonesia. “Di sini sangat berbeda dengan di Jepang. Makanannya enak-enak. Orang-orang di sini sangat keren. Saya berharap bisa membaur dengan yang lainnya,” pungkas mahasiswa asal Hiroshima.

Dengan adanya pertukaran mahasiswa dari Jepang ke UNAIR, mereka berharap wawasannya mengenai keilmuan dan budaya bisa bertambah. Mao, misalnya. Ia berharap bisa menambah ilmu kedokteran gigi untuk diterapkan di negaranya.

“Saya sangat berharap setelah belajar di Universitas Airlangga, saya bisa mengaplikasikan ilmu yang saya dapat di luar. Ini adalah impian saya sejak dulu, belajar di orthodontic, terutama di negara orang lain sehingga saya memiliki kesempatan mengenal kebudayaan negara mereka,” tutur Mao.

Penulis: Lovita Martafabella

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu