Pakar Kebudayaan Austronesia dari Hamburg University Sampaikan Wawasan Literasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof. Dr. Jan Van Der Putten, saat menyampaikan orasinya dihadapan peserta di Ruang WS. Rendra Fakultas Ilmu Budaya UNAIR, Rabu (7/9). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Unit Kajian Kebudayaan Jawa Timur (UK2JT) mendatangkan pakar studi Austronesia dari Belanda yaitu Prof. Dr. Jan Van Der Putten untuk memberikan orasi tradisi dan keberaksaraan dalam sejarah kebudayaan Indonesia.

Kegiatan yang diadakan di Ruang WS. Rendra Fakultas Ilmu Budaya UNAIR, Rabu (7/9) tersebut merupakan kegiatan yang diadakan secara rutin. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang keberaksaraan dalam sejarah kebudayaan yang ada di Indonesia yang biasanya tidak bisa didapatkan oleh mahasiswa biasa.

“Selamat datang dan semoga nantinya kita akan mendapat wawasan lebih mengenai literasi,” sambut Ketua UK2JT Dra. Adi Setijowati, M.Hum. “Selain orasi kebudayaan, kami juga mengadakan seminar serta penelitian kebudayaan,” imbuhnya.

Adrian Perkasa sebagai moderator dalam orasi kebudayaan, memberikan pembukaan tentang bagaimana keberaksaraan budaya dan literasi didapat dengan cepat dari mana saja. “Siapa yang tidak tahu cerita mukidi, bahkan cerita mukidi bisa dijadikan skripsi” tutur pria yang juga menjadi staf pengajar di FIB tersebut.

Prof. Putten sendiri menyampaikan orasinya kepada mahasiswa dari berbagai latar belakang bidang ilmu dan juga pemerhati kebudayaan. Dalam penyampaiannya, Prof. Putten mengatakan bahwa keberaksaraan yang keramat, budaya tulis, serta literasi pascakolonial sangat berharga.

“Batu saja itu sangat berharga, terbukti bahwa batu digunakan untuk bukti sejarah melalui pahatan tulisan,” ungkapnya.(*)

Penulis : Akhmad Janni
Editor : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu