Tingkatkan Publikasi dengan Bentuk Konsorsium Penelitian

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Wakil Rektor III UNAIR, Mochammad Amin Alamsjah, Ir., M.Si., Ph.D. (kiri), Didampingi Dekan FK Prof. Dr. dr. Soetojo, Sp.U., (kanan) Saat Memberikan Ucapan Selamat Kepada Para Dokter Spesialis - 1. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Menguatkan jejaring peneliti di level internasional adalah cara untuk menguatkan kolaborasi dan meningkatkan kuantitas publikasi internasional. Jejaring peneliti itu dibentuk dalam konsorsium penelitian dan pengabdian masyarakat yang diawali dengan pembentukan forum-forum lulusan luar negeri.

Universitas Airlangga kini tengah gencar meningkatkan publikasi, baik di level nasional maupun internasional. Untuk memperlancar kegiatan riset dan publikasi itu, maka dibentuklah konsorsium penelitian dengan para peneliti dari universitas di luar negeri.

Menurut Wakil Rektor III UNAIR Prof. Ir. M. Amin Alamsjah, Ph.D., salah satu cara untuk menjalankan rencana konsorsium penelitian itu adalah dengan mengumpulkan dosen-dosen UNAIR yang lulus dari perguruan tinggi di luar negeri. Ia juga mengatakan, sebagian dosen UNAIR merupakan lulusan asal perguruan tinggi luar negeri. Maka, potensi itu dimanfaatkan untuk menjalin dan menguatkan jejaring demi melakukan kolaborasi penelitian dan publikasi.

“Pada posisi di mana kita berbicara tentang publikasi internasional baik di bidang penelitian maupun pengabdian masyarakat, yang akan kita gerakkan adalah membentuk konsorsium penelitian. Maka, saya melihat potensi di UNAIR yang bisa kita gerakkan. Setelah dianalisis, dari 1.600 dosen, sebagian adalah lulusan dari luar negeri, baik S-2 maupun S-3. Kita akan kumpulkan berdasarkan kawasan atau negara,” tutur Prof. Amin.

Para dosen lulusan universitas luar negeri terlebih dahulu dikumpulkan berdasarkan kawasan kampus saat berkuliah dulu. Kawasan atau lokasi kampus dibagi menjadi empat wilayah yaitu Eropa, Amerika, Asia, dan Australia. Dari setiap kawasan itu, telah dipilih dua orang yang bertugas sebagai koordinator dan wakil koordinator. Para dosen ini diharapkan untuk berkoordinasi secara intensif, berdiskusi seputar potensi kolaborasi riset antara UNAIR dengan kampus di luar negeri.

Pada tahun 2017, rencananya para anggota forum tersebut diminta untuk mengumpulkan proposal penelitian ataupun pengabdian masyarakat– kepada tim reviewer riset mandat UNAIR. Bagi proposal yang lolos, akan didanai menggunakan dana program World Class University (WCU) atau Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Syaratnya, tim dosen yang mengajukan proposal harus memiliki mitra penelitian di luar negeri, sudah bekerjasama, dan menyiapkan payung penelitian.

Tim yang menerima dana riset mandat internasional ditarget untuk menerbitkan jurnal bereputasi internasional. Begitu pula dengan bidang pengabdian masyarakat.

“Pada pengmas, tim diwajibkan untuk memublikasikan lima publikasi penelitian internasional per payung kegiatan. Misalnya, dosen Fakultas Psikologi intens bekerjasama dengan Australia untuk mengadakan pembinaan untuk anak dengan autisme. Itu bagus sekali dan bisa jadi wadah untuk menjadikan pengabdian masyarakat di tingkat internasional,” imbuh Prof. Amin. (*)

Penulis: Defrina Sukma S
Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu