Teknologi Informasi Permudah Suplai Produk

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Seminar nasional bertema “Sharing Economy and What It Means for Supply Chain Management”, di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Universitas Airlangga, Rabu (7/9). (Fotografer: Okky Putri Rahayu)

UNAIR NEWS – Perkembangan teknologi informasi berperan besar terhadap proses manajemen rantai suplai (supply chain management). Peran itulah yang akhirnya memunculkan konsep baru bernama sharing economy. Buktinya, kini ada banyak inovasi produk, termasuk aplikasi, yang melibatkan semakin banyak pihak agar produk sampai ke tangan konsumen, seperti Go-Jek, misalnya.

Nanda Ekaputri Panjiarga selaku perwakilan dari Marketing and Business Development Go-Box milik Go-Jek, mengatakan kemajuan teknologi saat ini dan pilihan atas konsep sharing economy adalah modal utama kesuksesan Go-Jek. Konsep sharing economy yang diterapkan Go-Jek adalah dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra dengan memanfaatkan fasilitas kendaraan yang dimiliki sendiri. Keuntungannya, pihak Go-Jek tak perlu mengadakan barang, dan hanya mengandalkan teknologi.

“Dengan sharing economy, Go-Jek tidak memerlukan penyediaan aset karena semua barang merupakan milik partner Go-Jek. Go-Jek sendiri berperan sebagai jalan pintas dalam mempertemukan penyedia barang/jasa dengan konsumen,” tutur Nanda, Rabu (7/9), dalam acara seminar nasional bertajuk “Sharing Economy and What It Means for Supply Chain Management”.

Acara seminar itu diselenggarakan oleh pengajar program studi S-1 Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, bekerjasama dengan Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan, Universitas Airlangga. Seminar dilaksanakan di Aula Garuda Mukti dengan menghadirkan Deputi Program Sekolah Bisnis, Royal Melbourne Institute of Technology, Australia, Nanda dari Go-Jek, Hapsara selaku Regional Account Manager Telkomsel, dan Ira Puspitasari, Ph.D, selaku dosen SI FST UNAIR.

Manajemen rantai suplai sendiri diartikan sebagai aktivitas yang berkaitan dengan transformasi dan distribusi barang mulai dari pemrosesan bahan mentah dari para pemasok, kegiatan operasional, distribusi, dan pengiriman sampai ke tangan konsumen.

Ferry menjelaskan, strategi dalam rantai pasok dapat menjadi kekuatan bagi sebuah negara untuk berkembang dalam segi pendapatan. Ia pun menjelaskan bahwa masih banyak penelitian yang harus dikembangkan untuk mempelajari tentang strategi dalam manajemen rantai pasokan. Selain Ferry, Hapsara turut menjelaskan mengenai peran konektivitas informasi dalam manajemen rantai suplai, yakni mempercepat proses sampainya suatu informasi dari penyedia barang atau jasa ke konsumen.

Untuk menghadapi tantangan teknologi informasi dalam manajemen rantai pasokan, Ira mengatakan mahasiswa harus lebih terbuka dengan topik terkini seperti sharing economy. “Ke depannya, kami memang ingin terus membuka wawasan mahasiswa mengenai topik terkini yang kemudian dapat dibawa ke ranah akademik, misalnya sebagai topik tugas akhir. Apalagi, topik sharing economy ataupun supply chain management tersebut nantinya masih dapat berkembang lebih pesat dan sangat luas untuk pelajari,”ujar Ira.

Penulis: Okky Putri Rahayu
Editor: Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu