RS UNAIR Jadi Percontohan RS PTN Seindonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Pembicara dalam FGD di Rumah Sakit Universitas Airlangga, Senin (5/9). (Fotografer: Defrina Sukma S)

UNAIR NEWS – Rumah Sakit Universitas Airlangga dijadikan model sebagai rumah sakit pendidikan bagi perguruan tinggi negeri lainnya di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Direktur RS UNAIR Prof. Nasronuddin, Sp.PD., K-PTI, FINASIM, di sela-sela acara bertajuk “Forum Group Discussion: Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan Rumah Sakit Pendidikan dalam Menyongsong MEA”. Acara ini diselenggarakan di hall lantai delapan, RS UNAIR, Senin (5/9).

Acara FGD tersebut diselenggarakan oleh Komite Bersama Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri Pendidikan yang merupakan gabungan dari pihak Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Kesehatan, dan pihak-pihak perguruan tinggi negeri yang memiliki rumah sakit akademik. Acara ini dihadiri oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, perwakilan Kemenkes Dr. Ina Rosalina, dr., Sp.A (K)., M.Kes, MH.Kes., perwakilan Kemenristekdikti Ulfiandri, S.H., M.H., dan sejumlah pihak.

“Acara ini diselenggarakan oleh Komite Bersama dari Dikti dan Kemenkes untuk mendiskusikan pengelolaan rumah sakit PTN itu. Jadi, kita menentukan pola dan model pengelolaannya itu bagaimana. Jadi, RS UNAIR dijadikan pilot project. Kalau hasilnya bisa disepakati bersama, bisa diaplikasikan ke RS PTN yang lain,” tutur Prof. Nasron.

Sebagai bagian dari perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, maka rumah sakit pendidikan juga menyelenggarakan tiga fungsi utama, yakni penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat. Demi menjalankan fungsi dan tugas rumah sakit pendidikan, manajemen dari rumah sakit pendidikan tersebut perlu menyediakan dosen yang melakukan bimbingan dan pengawasan terhadap mahasiswa. Oleh karena itu, salah satu hal yang dibahas dalam forum diskusi adalah perihal mengenai status kepegawaian.

Menurut Prof. Nasron, sumber daya manusia yang bekerja di RS PTN Pendidikan berasal dari Kemenkes dan Kemenristekdikti. Oleh karena itu, harus ada persamaan persepsi mengenai status kepegawaian. Di RS UNAIR sendiri, profesi dokter merangkap menjadi dosen.

Di bidang penelitian, RS UNAIR sendiri telah menyelenggarakan beberapa kali riset di Surabaya. Pada tahun 2013, tim peneliti mengadakan survey kasus demam berdarah di Surabaya. Pada tahun 2014 dan 2015, tim peneliti melakukan deteksi MERS pada jemaah haji embarkasi Juanda, Surabaya. Pada tahun 2016, tim peneliti melakukan penelitian infeksi virus Zika terhadap seratus penderita demam berdarah di Surabaya. “Dari hasil penelitian, maka tidak ditemukan virus Zika pada seratus penderita DB itu. Seandainya ditemukan, maka kami (RS UNAIR) sudah siap untuk merawat,” tutur Prof. Nasron.

Diakui, RS PTN Pendidikan memang masih banyak mengalami keterbatasan. Di RS UNAIR sendiri, Prof. Nasron mengakui masih membutuhkan dukungan anggaran dari universitas. Karena ada banyak anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan fisik maupun pengajuan akreditasi. Terbukti, pada tanggal 2 September 2016 lalu, status RS UNAIR naik dari rumah sakit tipe C menjadi tipe B.

Perwakilan Kemenkes Ina mengatakan, dengan adanya sederet prestasi maupun kemajuan yang telah dilakukan oleh manajemen RS UNAIR, maka diharapkan RS UNAIR bisa menjadi contoh bagi RS PTN Pendidikan yang lain. Ina menuturkan, pihak Kemenkes nantinya akan melihat rasio jumlah dosen dengan mahasiswa, dan jumlah variasi dan jenis kasus penyakit. Hal itu tertulis dalam Permenkes nomor 93 tahun 2015 tentang Rumah Sakit Pendidikan.

Selain masalah rasio, ada beberapa poin lain yang perlu diperhatikan, yakni perjanjian kerjasama antara rumah sakit pendidikan dengan fakultas kedokteran, maupun dengan afiliasi, serta keberadaan komite koordinasi pendidikan.

Rektor UNAIR Prof. Nasih dalam sambutannya mengatakan ada tiga hal yang perlu diperbaiki dalam manajemen pelayanan RS PTN Pendidikan. Pertama, adalah mendorong kemandirian. Kedua, optimalisasi sumber daya. Ketiga, menjaga serta membangun jejaring yang harmonis terutama dengan rumah sakit pendidikan jenis utama.

Penulis: Defrina Sukma S
Editor: Faridah Hari

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu