FKp UNAIR Bekali Mahasiswa dengan Kompetensi BTCLS

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Mahasiswa FKp UNAIR Saat Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) Di FKp UNAIR. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Diberlakukakannya Masayarakat Ekonomi Asean (MEA) di tahun 2015 lalu, menuntut  perawat pada sebuah pelayanan kesehatan memiliki pengetahuan dan skill tentang Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS). Hal inilah yang mendorong Fakultas Keperawatan (FKp) UNAIR, melakukan kerja sama dengan Badan Diklat PPNI Provinsi Jawa Timur untuk mengadakan pelatihan BTCLS di Kampus FKP UNAIR. Acara yang berlangsung dari tanggal 19 hingga 21 Agustus 2016, diutamakan untuk mahasiswa tingkat terakhir dalam upaya pembekalan menuju dunia kerja.

Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) sendiri merupakan tindakan untuk memberikan pertolongan pada korban bencana atau gawat darurat guna mencegah kematian dan kerusakan organ. Pada kegiatan BTCLS terdapat enam fase, yakni fase deteksi, fase supresi, fase pra rumah sakit, fase rumah sakit dan fase rehabilitasi.

Perlunya BTCLS tidak hanya berkaitan dengan prasyarat untuk sebuah profesi, melainkan dianggap penting dengan melihat kasus kejadian di lapangan. Sebagai gambaran, khususnya kecelakaan lalu lintas dan bencana alam saat ini meningkat. Dari peristiwa gawat darurat tersebut tidak semua korban meninggal di tempat, tetapi  justru yang terbanyak meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit atau puskesmas. Hal ini terjadi karena keterampilan BTCLS ini belum disiapkan secara baik.

Rangkaian pelatihan yang disambut antusias oleh peserta tersebut, diawali dengan pre test BTCLS yang bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terkait kegawatdaruratan trauma dan kardiovaskular. Hal ini guna memberikan gambaran kepada peserta tentang konten dari pelatihan BTCLS. Lalu dilakukan ujian evaluasi baik teori maupun praktik pada hari terakhir.

“Kita memang ingin mempersiapkan mahasiswa keperawatan agar mampu menangani pasien-pasien dengan kasus-kasus trauma dan kardiovaskular, sehingga dapat menekan tingkat kecacatan maupun kematian akibat kasus trauma dan jantung,” ujar Dr. Hanik.Endang Nihayati, S.Kep. Ns., M.Kep selaku dosen di departemen Keperawatan Jiwa, Gerontik dan komunitas FKp UNAIR, sekaligus penanggungjawab acara pelatihan. (*)

Penulis : Okky Putri Rahayu
Editor    : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu