Ciptakan Ide Sistem Pakar, Siffian Menangkan Lomba Esai Help Centre

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Siffian Assauri Saat Mempresentasikan Gagasan Sistem Pakar Di Ruang Media Center UNAIR. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Bagi sebagian mahasiswa, menentukan mata kuliah pilihan memang bukan perkara mudah. Mata kuliah yang seharusnya menunjang minat dan bakat mahasiswam, nyatanya banyak yang diambil dengan tidak cermat. Banyak dari mahasiswa mengambil mata kuliah pilihan dalam Kartu Rencana Studi (KRS), hanya karena ingin menambah jumlah SKS saja. Bahkan ada yang hanya sekedar ikut-ikutan teman. Keadaan ini mendorong Siffian Assauri, mahasiswa S1-Sistem Informasi  Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR  untuk menciptakan sistem pakar. Dalam esainya yang berjudul “Sistem Pakar Penentu Mata Kuliah Pilihan Bagi Mahasiswa UNAIR”, Siffian berinisiatif menciptakan suatu website untuk membantu mahasiswa dalam menentukan mata kuliah pilihan sesuai minat dan bakatnya.

“Jadi nanti dalam website mahasiswa terkait ada semacam direktori untuk menyimpan pertanyaan seputar mata kuliah pilihan. Sistemnya akan memberikan pertanyaan-pertanyaan pada mahasiswa dan setelah itu menyimpulkan mata kuliah pilihan apa yang sesuai minat dan bakatnya,”ujar Siffian saat ditemui usai pengumuman hasil final lomba pada Rabu (31/8).

Bagi mahasiswa yang aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bridge tersebut, dirinya sudah sering mengikuti lomba menulis esai. Kepiawaiannya dalam menulis dan membuat ide memang diakui juri cukup bagus dan inovatif. Sistem pakar yang dia ciptakan dianggap sangat membantu mahasiswa dalam membantu memilih mata kuliah pilihan. Terobosan tersebut nantinya diharapkan mampu membantu mahasiswa agar tidak mengambil mata kuliah pilihan karena alasan menghabiskan SKS ataupun sekedar ikutan teman.

Menurut Siffian, website yang dia ciptakan tidak cukup sulit untuk segera direalisasikan. Namun akan dibutuhkan banyak data untuk membuat pertanyaan seputar mata kuliah pilihan. Pertanyaan-pertanyaan akan diambil langsung dari silabus  masing-masing mata kuliah pilihan, sehingga kemampuan mahasiswa dapat diukur sesuai atau tidaknya untuk mata kuliah tersebut.

Pada presentasi esai yang berlangsung selama 10 menit dan dilanjutkan pertanyaan dewan juri dalam durasi 10 menit pula, Siffian mendapatkan nilai tertinggi dan berhasil menjadi juara. Idenya yang sangat inovatif dan memberikan sumbangsih yang besar bagi UNAIR tersebut mampu mengalahkan enam finalis lainnya.

“Saya senang bisa mendapat juara. Tapi tetap saja sistem pakar ini masih perlu diuji coba dulu jika ingin diaplikasikan. Namun kesulitannya tidak banyak, hanya butuh pengumpulan data saja untuk direktori nya,”ujar Siffian dengan optimis. (*)

Penulis: Okky Putri Rahayu
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu