Rektor UNAIR Kukuhkan 1.506 Mahasiswa Baru Pascasarjana

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Rektor UNAIR secara simbolis memakaikan almamater kepada mahasiswa baru yang dikukuhkan pada kamis (01/09). (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Rektor Universitas Airlangga mengukuhkan 1.506 mahasiswa baru jenjang pascasarjana. Pengukuhan mahasiswa baru pascasarjana semester gasal tahun akademik 2016 – 2017 tersebut berlangsung di Airlangga Convention Center (ACC) dan dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru.

Dari aspek jenjang pendidikan, mereka terdiri dari 1.003 mahasiswa jenjang magister, 243 mahasiswa doktoral, 12 mahasiswa profesi, 240 mahasiswa spesialis, dan 8 mahasiswa sub spesialis. Pengukuhan mahasiswa baru ini turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 2009 – 2014 Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA. Nuh, sapaan akrabnya, memberikan orasi ilmiah dengan tema “Peran Serta Perguruan Tinggi untuk Mencetak Pimpinan Negara yang Berintegritas”.

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak, CMA mengatakan, pengukuhan mahasiswa baru ini merupakan babak baru dalam hidup mahasiswa. Menjadi mahasiswa pascasarjana, lama kebutuhan belajar adalah 24 jam. Sebab, segala aktivitas kehidupan sehari-hari mengandung unsur pembelajaran.

“Hampir setiap saat, kehidupan kita dikendalikan oleh teknologi. Bahkan ketika berpikir, bermain game, berperilaku, hampir semuanya dikendalikan oleh teknologi yang dibesarkan dengan perkembangan IPTEK. Maka kita dituntut untuk menguasai teknologi tersebut. Pengukuhan ini menjadi bekal strategis kita untuk meraih kesuksesan,” ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR tersebut.

Pada kesempatan ini, Prof. Nasih juga menegaskan kepada mahasiswa baru agar ketika pengerjaan tesis maupun disertasi nanti, memilih topik-topik strategis yang belum diketahui jawabannya oleh khalayak. “Yang terpenting dari budaya akademik adalah mengembangkan ilmu pengetahuan. Apa-apa yang belum diketahui dan ditemukan. Kalau sudah ada jawabannya, tidak perlu dicari dan diteliti lagi. Sebab sudah jelas,” tegasnya.

Ia juga mengatakan agar mahasiswa tidak menunda-nunda pekerjaan yang telah menjadi tanggungjawabnya. Sebab, yang menjadi penghambat proses belajar mengajar bukanlah kesulitan dalam meneliti atau memformulasikan teori, melainkan adanya tanggungjawab yang tak kunjung diselesaikan.

“Yang sudah punya gambaran tesis atau disertasi tertentu, mulailah menuliskannya dari sekarang. Mumpung ide-ide orisinil itu belum diambil orang lain,” katanya.

Prof. Nasih menegaskan, agar mahasiswa baru dapat menyelesaikan studi pada waktu yang telah ditetapkan. Yakni dua tahun untuk jenjang magister, dan empat tahun untuk jenjang doktoral.

“Mahasiswa semua harus punya target waktu. Bagi angkatan 2012 yang tidak lulus tepat waktu, harus menulis tesis dengan disertakan jurnal ilmiah yang terindeks internasional,” ujar Prof. Nasih.

Pada pengukuhan ini, mahasiswa baru mengucap janji mahasiswa baru. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Dalam Negeri, dan beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh
Editor: Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu