Melatih Warga Mengemas dan Memasarkan Ikan Bandeng

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Salah Seorang Warga Peserta Pengmas Mencoba Praktek Mengolah Bandeng dengan Salah Satu Mahasiswa D-III Perhotelan. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Meningkatkan kualitas produk buatan masyarakat penting dilakukan demi keberlanjutan bisnis. Hal inilah yang tengah digarap oleh pengajar dan mahasiswa D-3 Manajemen Perhotelan dan Kepariwisataan, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga. Selama dua hari pada tanggal 30 – 31 Agustus 2016, sivitas akademika mengadakan pelatihan bagi puluhan warga Bandarejo, Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang juga melibatkan sivitas program studi D-3 Pengobat Tradisional (Battra) itu bertema “Pelatihan dan Penyuluhan tentang Pengembangan Potensi Lokal menjadi Produk Unggulan Daerah Tujuan Wisata.”

“Awalnya, ibu-ibu warga sini datang ke kampus kami untuk belajar mengenai bagaimana cara pemasaran produknya. Jadi kami jelaskan bagaimana packaging bandeng secara sederhana. Nah, kami punya ide, bagaimana bandeng ini menjadi sebuah komoditi yang plus bagi mereka. Tidak hanya itu-itu saja, jadi dibuat diversifikasi olahan bandeng,” ujar Koodinator Program Studi D-3 Kepariwisataan Dian Yulie Reindrawati, S.Sos., MM., PhD.

Pada hari pertama acara, warga sekitar berkumpul di Balai RW Bandarejo untuk mendapatkan pelatihan terkait pemaparan daerah wisata, pengolahan makanan sehat, dan diversifikasi pengolahan bandeng. Selain itu, ada juga pelatihan terapi pijat bayi yang dilakukan oleh D-3 Battra. Pada hari kedua, warga Bandarejo diberikan pelatihan tentang akupuntur dan pemasaran.

“Jadi ini dalam rangka memasarkan potensi daerahnya dan produk setempat. Mereka punya bandeng. Nah, bandeng itu sebenarnya bisa menjadi atraksi wisata dan produk unggulan dari daerah ini. Nah, itu kan tidak kita temukan di daerah lain, ini bisa jadi aset,” jelas Dian.

Dian mengungkapkan, kegiatan pengabdian masyarakat ini pertama kalinya dilakukan oleh prodinya. “Saya ingin mendekatkan. Manajemen perhotelan mungkin lebih dekat dengan perusahaan, dan hotel, karena kita memang menjalin relasi dengan mereka. Tapi, kali ini, saya ingin menunjukkan bahwa prodi kami juga bisa membumi. Prodi perhotelan juga bisa memberikan sentuhan kepada masyarakat. Akhirnya, kita bawa kualitas hotel itu ke masyarakat,” terang Dian.

Pengabdian masyarakat itu mendapat sambutan baik dari warga setempat. Buktinya, mereka senang ada pihak perguruan tinggi yang bersedia datang dan memberi pelatihan kepada warga. “Kita senang sekali ada pelatihan pengolahan bandeng dan pelatihan lainnya dari ibu-ibu dan adik-adik mahasiswa UNAIR,” ujar Siti Khodijah, koordinator warga Bandarejo.

Ke depan, Khodijah berharap, bahwa kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara rutin. Pasalnya, selama ini mata pencaharian warga Bandarejo bertumpu pada tambak bandeng, namun mereka masih belum memiliki pengetahuan lebih di bidang pemasaran.

“Yang terakhir, saya sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa dan ibu dosen yang sudah sudi jauh-jauh datang ke sini. Semoga ilmunya tambah barokah dan bermanfaat,” pungkas Khodijah. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu