Help Centre UNAIR Jaring Gagasan Mahasiswa Lewat Lomba Esai

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dewan Juri dan Pengurus Help Center Bersama 7 Finalis Sesaat Setelah Presentasi Usai. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Banyaknya gagasan-gagasan mahasiswa yang belum terekam mendorong Help Centre UNAIR untuk menjaringya dalam sebuah lomba. Sama halnya seperti tahun 2015, kali ini Help Center kembali menggelar lomba esai. Tema yang diusung yakni, “Mewujudkan Kampus Sehat dan Bahagia”. Lomba ini pun banyak mengundang antusias mahasiswa untuk  berpartisipasi.

Menurut Dr.Sri Endah Nurhidayati, S.Sos, M.Si selaku ketua panitia, pengambilan tema kampus sehat dan bahagia ditujukan untuk mencari gagasan tentang cara menciptakan lingkungan kampus yang sehat, baik secara fisik maupun mental dan juga untuk membuat iklim yang menyenangkan dalam pembelajaran.

“Kami di Help Center menginginkan keterlibatan mahasiswa dalam memberikan gagasannya mengenai lingkungan kampus. Sehingga kampus tidak lagi dipandang menakutkan untuk pembelajaran,  tapi juga menyenangkan dan tetap berkualitas. Itulah yang kami tekankan pada tema tahun ini,”ujar Endah.

Proses seleksi dimulai dengan seleksi tulisan, dari seleksi tersebut diputuskan tujuh esai terbaik untuk melaju ke final pada Rabu (31/8). Babak final berupa presentasi oleh tujuh finalis mengenai gagasan dalam esai yang mereka tuliskan.

“Kami meminta peserta membuat idea mapping dalam presentasinya, sehingga mereka harus menggambar atau menuliskan idenya dalam kertas. Kami memang tidak mengijinkan peserta menggunakan power point agar peserta dapat menuangkan idenya tanpa bantuan teknologi. Kami ingin bagaimana dengan keterbatasan, mahasiswa menyampaikan idenya pada orang lain,”tambah Endah.

Dra. Liestianingsih Dwi Dayanti, M.Si., selaku ketua dewan juri dalam babak final mengaku sulit menentukan pemenang. Pasalnya, ketujuh finalis menyampaikan ide yang sangat bagus dan inovatif. Menurut Listianingsih, ada tiga poin penting yang dinilai oleh juri, yakni gagasan, sistematika penulisan dan penampilan. Gagasan yang disampaikan harus memenuhi kriteria orisinil, mudah diaplikasikan dan memberikan sumbangsih untuk UNAIR. Sedangkan sistematika dalam idea mapping akan menunjukkan kemampuan finalis dalam menerjemahkan pemikirannya dalam bentuk gambar atau tulisan. Sedangkan penampilan terkait public speaking juga turut menyumbang penilaian.

“Pada dasarnya semua sudah bagus dan idenya sangat variatif. Secara substansi memang kualitas esai pada tahun ini meningkat dari tahun lalu. Semoga ke depannya akan semakin banyak mahasiswa yang berpartisipasi dalam menuangkan gagasan untuk UNAIR,”ujar Liestianingsih.

Pada final yang berlangsung tiga jam tersebut didapatkan nama-nama pemenang sebagai berikut, Siffian Assauri (Juara 1, FST), Faizha Fitri  (Juara 2, FV), Ali Mustofa (Juara 3, FV), Dio Wicaksono (Juara Harapan1, FISIP), Jiana Rofik (Juara Harapan 2, FKM), Anda Saputro dan Ahmad Afifudin (Juara Haparan 3, FV dan Fpsi). (*)

Penulis: Okky Putri Rahayu
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu