Mensos Khofifah Titikkan Air Mata Saat Bernyanyi Hymne Airlangga

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa berada di dalam barisan mahasiswa saat bersama-sama menyanyikan hymne Airlangga. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Penutupan Program Pembinaan Kebersamaan Mahasiswa Baru (PPKMB) Universitas Airlangga berlangsung meriah. Penutupan PPKMB dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru UNAIR jenjang S-1, dan vokasional. Acara yang diadakan di Airlangga Convention Center (ACC) ini dihadiri Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa. Khofifah hadir sebagai alumnus UNAIR yang memberi motivasi kepada mahasiswa baru.

Pada kesempatan menyanyikan Hymne Airlangga secara bersama-sama, Khofifah sempat menitikan air mata haru. Hal ini dikatakan oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, yang berada persis di sebelah Khofifah.

“Saya mendengar, ketika menyanyikan Hymne Airlangga, beliau terisak meneteskan air mata. Mengingat tahun 1984, beliau menyanyikan lagu yang sama di UNAIR,” ujar Rektor UNAIR disela-sela sambutannya.

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR mengatakan agar mahasiswa menjunjung tinggi motto UNAIR excellence with morality. “Kuncinya, kedisiplinan dan taati semua aturan yang sudah dibuat. Ambil contoh yang baik dari alumni-alumni kita,” ujar Prof. Nasih.

Khofifah mengatakan, membangun jejaring kerjasama yang kuat baik di level pertemanan maupun universitas sangat penting. “Ruh perguruan tinggi negeri adalah persemaian antarkampus, antarprogram studi, antarmahasiswa dengan dosen, dan jejaring itu PR (pekerjaan rumah, red) kita bersama,” ujar alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNAIR ini.

Pada kesempatan wawancara, Khofifah berucap syukur dapat bertemu dan membagi motivasi dengan mahasiswa baru. Ia menekankan pentingnya membangun jejaring antara universitas dengan alumni.

“Saya sebagai alumnus FISIP tentu berucap syukur nikmat. Alhamdulillah semoga bisa membagikan apa yang kita punya apa yang kita dapat. Saat ini bertemu dengan mahasiswa baru. Tentu ada sedikit yang harus kita bangun bersama, banyak motivasi yang harus kita bagikan bersama, dan ada semangat untuk berbuat yang terbaik untuk bangsa. Itu yang harus kita semai secara terus menerus,” ujar Khofifah.

Pada kesempatan wawancara, perempuan kelahiran Surabaya 19 Mei 1965 ini mengharapkan sinergi antar alumni dan perguruan tinggi bisa ditingkatkan.

“UNAIR punya alumni yang elemen profesinya sudah sangat banyak, baik di lini regional, nasional, maupun internasional. Sehingga sinergi dengan alumni dengan perguruan tinggi harus dibangun lebih maksimal lagi. Supaya hadirnya UNAIR diantara seluruh elemen dunia perguruan tinggi di Indonesia maupun negara lain bisa memberikan layanan terbaik bagi seluruh ikhtiar-ikhtiar yang dilakukan dalam proses pembangunan,” ujar Khofifah.

Khofifah juga menitipkan pesan kepada mahasiswa baru. Mensos itu berpesan agar mahasiswa baru bisa mengikuti jejak kesuksesan alumni UNAIR lainnya dan turut serta membangun bangsa. “Saya berharap Ksatria Airlangga bisa menjadi bagian yang mengambil kebijakan strategis di negeri ini,” kata Khofifah. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh
Editor: Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu