Pelatihan Rawat Hewan Kurban untuk Ta’mir se-Surabaya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Salah satu pemateri memberikan demonstrasi dalam melakukan penyembelihan hewan kurban dengan menggunakan boneka peraga. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Dalam rangka menyambut hari raya Idul Adha 1437 H, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Jawa Timur I mengadakan pelatihan penyembelihan ternak kurban. Pelatihan bertajuk “Pelatihan Penyembelihan Ternah Kurban Menghadapi Hari Raya Idul Adha 1437 H Bagi Ta’mir Masjid dan Mushola se-Surabaya” ini bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga.

Pelatihan diselenggarakan di Ruang Tanjung Adiwinata FKH UNAIR, dan dihadiri oleh perwakilan ta’mir masjid dan mushola se-Surabaya. Dr. Wiwik Misaco Yuniarti., drh., M.Kes mengatakan, peserta pada pelatihan ini sudah melebihi ekspektasi. Selain pemberian materi, diadakan pula simulasi penyembelihan hewan kurban.

“Pada pelatihan ini nantinya tidak hanya simulasi, namun juga untuk pengetahuan bersama tentang penyakit dan bagaimana merawat serta menjaga kesehatan hewan ternak untuk kurban,” ujarnya.

Turut hadir Prof. Dr. Suwarno, drh., M.Si selaku ketua PDHI cabang Jawa Timur I. Ia mengatakan, ini kali pertama pelatihan penyembelihan ternak kurban diadakan dengan menggandeng institusi pendidikan.

“Acara seperti ini biasanya dilakukan oleh Dinas Peternakan. Namun ini pertama kali dilakukan dengan perguruan tinggi, sehingga kami mendapat apresisasi dari PDHI pusat,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Suwarno menyampaikan bahwa daging yang akan diberikan kepada mustahik harus memiliki unsur ASUH. “Jadi ASUH itu singkatan dari aman, sehat, utuh, dan halal,” tutur Suwarno yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III FKH UNAIR.

Pada kesempatan ini, Suwarno turut menyayangkan dengan adanya perlakuan kepada hewan ternak yang acuh tak acuh. Bahkan, banyak hewan ternak ketika akan disembelih mengalami stres. “Padahal hewan yang stres itu dagingnya terasa kurang enak bila dibandingkan dengan yang tidak stres,” ujarnya.

Dr. Rimayanti., Drh., M.Kes sebagai pemateri pertama mengatakan, kesejahteraan hewan atau animal welfare perlu dilakukan untuk hewan yang akan dikurbankan.

“Yang termasuk animal welfare diantaranya adalah bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari rasa tidak nyaman, bebas dari rasa sakit, luka, dan penyakit, bebas mengekspresikan perilaku normal, dan bebas dari rasa stres serta tertekan,” ujarnya.

Dr. Wiwik Misaco Yuniarti., drh., M.Kes selaku pemateri kedua menyampaikan materi tentang kesehatan hewan ternak kurban. Sedangkan Prof Suwarno selaku pemateri ketika, menjelaskan mengenai ciri-ciri fisik ternak sehat.

“Ciri-ciri ternak sehat bisa dilihat dari mata, bulu, nafsu makan, pergerakan, kulit, membran mukosa, kotoran, dan cara berdirinya” ujar Prof. Suwarno.

Selain itu, Dr. Moh. Anam Al Arif., drh., MP selaku pemateri keempat menyampaikan materi mengenai penyakit pada hewan kurban dan adab penyembelih hewan kurban.

Acara ini dimoderatori oleh Dr. Anang Murjito yang juga wakil dari PDHI cabang Jawa Timur I. Acara diakhiri dengan praktik merobohkan hewan kurban. (*)

Penulis : Akhmad Janni
Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu