Para mahasiswa FEB UNAIR tampak berbaur dengan mahasiswa asing di Belanda. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Lima mahasiswa S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga menjalankan program pertukaran ke Fontys University of Applied Science, Belanda. Mereka yang ikut dalam Exchange Program Fontys Venlo Spring 2016 itu adalah Evelyn Rahmadanti, Reno Albra, Muhammad Aprilian Adhani, Muhammad Faishal Reza, dan Ahmad Wisesa Lumumba. Jadwal mereka di Negeri Kincir Angin dimulai sejak 10 Februari hingga 18 Juli 2016.

Kampus Fontys memiliki tiga kampus yang tersebar di Eidhoven, Venlo, dan Tilburg. Tapi, khusus untuk program internasional, mahasiswa program pertukaran atau kuliah purnawaktu ditempatkan di Venlo. Lima sekawan itu mendapat beasiswa pendidikan dari kampus Fontys Belanda. Sedangkan, biaya hidup di Belanda ditanggung UNAIR. Selama di rantau, mereka tinggal di asrama mahasiswa.

“Kami sebagai exchange students merasa diterima sebagai tamu, teman, hingga turis. Mulai dari jauh-jauh hari, kami sudah diberikan contact person orang yang bertanggung jawab kepada seluruh murid exchange, dan bebas untuk menghubungi orang tersebut jika ada kesulitan,” kata Evelyn.

Dosen di kampus tersebut sangat terbuka dengan pemikiran mahasiswa asing. Yang terpenting, dosen tidak suka menyalahkan mahasiswa. Malah, mahasiswa diperkenankan berdiskusi intensif bahkan berdebat.  Sebagai mahasiswa pertukaran, para mahasiswa UNAIR diagendakan trip satu kali setiap bulan dengan hanya membayar 5 – 10 Euro, dan selebihnya sudah ditanggung oleh pihak Fontys.

Hal yang menarik saat hidup dan berinteraksi di Belanda, imbuh Evelyn, semua orang taat dan jujur terhadap aturan. Semua tertata rapi. Semua menghargai lingkungan, damai, tenteram, dan orang-orang yang ramah.

“Sekalipun mereka tidak mengenal kami, tidak jarang ketika kami jalan, disapa oleh orang atau penduduk di sana. Meski memang, tidak menutup kemungkinan akan adanya copet. Karena, saya pribadi juga kecopetan di Amsterdam,” kenangnya.

Orang-orang Belanda yang ditemui Evelyn dan kawan-kawan tidak rasis. Mereka sering bertemu dengan mahasiswa lain dari berbagai negara, termasuk mahasiswa lokal. Tak jarang, mereka bermain dan makan bersama sembari mengenal satu sama lain, dan bertukar cerita tentang budaya masing-masing.

Transportasi umum yang ada di Belanda selalu tepat waktu. Jika ada masalah atau keterlambatan, akan diinformasikan dengat cepat, melalui laman resmi, aplikasi, dan pengumuman di stasiun.

Sekretaris Departemen Manajemen FEB Dr. Tanti Handriana menuturkan, aktivitas pertukaran mahasiswa merupakan upaya dari program studi S-1 Manajemen untuk bisa memberi kesempatan kepada mahasiswa yang berprestasi agar mendapatkan pengalaman berkuliah di luar negeri. Sekaligus, menambah jejaring dengan mahasiswa asing.

“Pada saat yang sama, prodi S-1 Manajemen juga menerima mahasiswa Fontys selama satu semester. Program ini sangat bermanfaat dan akan terus dilakukan serta dikembangkan lebih lanjut,” kata dia. (*)

Penulis: Rio F. Rachman
Editor: Defrina Sukma S.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone