Penutupan PPKMB, Tiga Alumni FPK UNAIR Beri Motivasi Mahasiswa Baru

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana penutupan PPKMB di Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Hari terakhir pelaksanaan Program Pembinaan Kebersamaan Mahasiswa Baru (PPKMB) di Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga ditutup dengan rangkaian acara yang menarik. Acara yang digelar pada Jumat (26/8) tersebut, salah satunya dengan mengadakan talkshow bersama alumni berprestasi. Acara tersebut dihadiri tak kurang dari 311 mahasiswa baru FPK UNAIR dan PDD Banyuwangi.

Tiga alumni berprestasi tersebut ialah Andri Budiono., S.Pi, Zaki Muhammad Wijaya., S.Pi, dan Sartoyo., S.Pi. Pada kesempatan itu, keduanya memaparkan kiprah mereka selama kuluah di FPK UNAIR. Mereka juga memaparkan mengenai potensi dunia perikananan di bidang wirausaha maupun di bidang pemerintahan.

Pada sesi pertama, Andri alumnus FPK tahun 1999 tersebut memaparkan sepak terjangnya sebagai pengusaha di bidang penyedia stok ikan demersal dan cephalopoda yang disalurkan ke beberapa wilayah. Andri juga berpesan kepada seluruh mahasiswa baru FPK bahwa potensi perikanan dan kelautan Indonesia cukup besar. Maka dari itu, mahasiswa baru diharapkan lebih bisa menggali potensi tersebut dengan cara membuka usaha yang bergerak di bidang perikanan dan kelautan.

Sesi selanjutnya, Zaki alumnus FPK tahun 2001 memaparkan seluk beluk pekerjaan yang ia tekuni. Saat ini, ia menjadi Manajer Teknis Balai Karantina Ikan Tanjung Perak Surabaya. Pada kesempatan ini, Zaki menjelaskan suka duka menjadi seorang manajer teknis di balai karantina. Ia juga memberi motivasi pada mahasiswa baru agar menekuni dengan baik dengan jurusan yang sudah dipilih.

“Selama waktu kuliah jalani dengan sungguh–sungguh. Nanti jika ada yang kurang paham bisa dibantu dengan dosen. Berusaha semaksimal mungkin selagi masih bisa,” ujar Zaki.

Pada sesi terakhir, hadir Sartoyo alumnus FPK UNAIR angkatan 2001 yang merupakan pemilik CV. Garuda Mas. Usaha yang digeluti Sutoyo bergerak di bidang distributor food additive budidaya untuk tambak, terutama udang. Sartoyo juga membeberkan kisahnya menjadi Presiden BEM Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) pada tahun 2003 ketika Program Studi Budidaya Perairan masih berada di fakultas ini.

“Kalau kalian kuliah jangan lupa berorganisasi. Karena organisasi itu penting untuk menambah jaringan. Jangan cuma pintar di akademik tapi tidak punyak rekanan. Itu sama saja. Jadi saran saya, kalian harus berprestasi di bidang akademik maupun non akademik selama kuliah. Nanti pasti akan merasakan manfaatnya setelah kuliah,” tandas Sartoyo. (*)

Penulis : Faridah Hariani
Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu