Gus Ali Ajak Sivitas UNAIR Terapkan Jamu Jati Kendi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
KH. Agus Ali Masyhuri atau Gus Ali Saat Memberikan Ceramah dalam Pengajian Rutin Sivitas Akademika UNAIR di Fakultas Farmasi. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Bekerja atau mencari nafkah memang kebutuhan bagi setiap manusia, selain menjadi bagian untuk menyambung hidup, bekerja juga bentuk ibadah kepada Allah SWT. Namun, niat dalam bekerja harus disertai dengan rasa ikhlas untuk mendapat ridho Allah SWT. Pernyataan itulah yang dipaparkan oleh KH. Agus Ali Masyhuri atau yang kerap disapa dengan Gus Ali, saat mengawali ceramahnya pada pengajian rutin sivitas akademik UNAIR, Senin (29/8).

“Amal tak akan gagal atau sia-sia bila disertai dengan ikhlas. Ikhlas ini juga menjukan bahwa kita bertujuan hanya pada Allah SWT. Ingat, bahwa ikhlas juga tidak bisa kita lakukan tanpa pertolongan-Nya. La haulla wa laquwatta illa billah,” jelas Gus Ali

Pengajian yang digelar di Ruang Kuliah 3.2 Fakultas Farmasi UNAIR tersebut dihadiri oleh pimpinan Fakultas Farmasi dan tenaga kependidikan di lingkungan UNAIR. Di tengah ceramahnya, Gus Ali juga melontarkan sedikit humor segar yang membuat suasana lebih cair. Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo tersebut juga menambahkan bahwa orang – orang yang sudah terlelap pandangan dan pikiranya karena hal-hal duniawi, akan mudah kehilangan obyektifitas. Bagi Gus Ali, orang yang seperti itu cenderung suka marah dan emosi jika melihat sesuatu yang tidak seperti yang diharapakan dan bahkan tidak ikhlas dalam menerima suatu hal.

“Saya menyarankan agar kita semua bisa menerapkan JAMU JATI KENDI, yaitu Jaga Mulut Jaga Hati dan Kendalikan Diri di setiap situasi,” tegasnya.

Kepiawaian Gus Ali dalam menyampaikan ceramah, membuat peserta dengan khidmat mendengarkan pesan-pesan yang disampaikan. Gus Ali membeberkan beberapa langkah cerdas yang bisa dilakukan untuk bisa menerapkan “JAMU JATI KENDI”. Langkah – langakah tersebut diantaranya bergaul dengan orang – orang yang saleh. Dalam konteks ini maksudnya, orang yang membawa pengaruh baik dalam keseharian kita baik tentang agama maupun lingkungan. Selain itu, Gus Ali juga menekankan agar senantiasa mengisi hati dengan dzikir.

“Ketika hati sudah terisi dengan dzikir, itu akan bisa menjauhkan kita dari hal-hal yang buruk. Serta jauhkan hati kita dengan sifat iri hati. Terakhir kita harus bisa menahan emosi,” pungkasnya. (*)

Penulis: Farida Hari
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu