Andianto Bersyukur Lulus Kelas Internasional Angkatan Pertama FK UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Andianto Hendrawan (tengah, memegang map) didampingi kedua orangtua dan adiknya (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – Lulus sebagai angkatan pertama Kelas Internasional di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga, Andianto Hendrawan T merasa sangat bangga. Dan karenanya wajib baginya menyatakan puji syukur kepada Tuhan bahwa dirinya diberi kemampuan untuk lulus tepat pada waktunya.

”Tentu saja, itu semua juga berkat dukungan dari keluarga, dari teman-teman sejawat, serta para dosen yang selalu intens memberikan bimbingan kepada kami,” kata Andianto kepada UNAIR News. Seperti diketahui dari sepuluh mahasiswa angkatan pertama kelas internasional FK UNAIR, baru dua yang lulus, satunya lagi adalah Asma.

Ditanya apa targetnya memilih masuk pada kelas internasional ini? Dokter baru yang akrab dipanggil Andi ini mengaku bahwa secara spesifik tidak ada sasaran lain, kecuali seperti yang lain, yaitu ingin menjadi dokter yang baik. Kebetulan ia juga menggenggam modal untuk di kelas ini, yaitu menguasai toefl dengan skor 550. Jadi sudah cukup dan tidak mengalami kesulitan ketika mengikuti perkuliahan dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris.

“Jadi bagi calon mahasiswa yang ingin masuk kelas internasional FK UNAIR, kalau sudah punya toefl minimal 550 hendaknya tak perlu takut. Tetapi kalau soal toefl ini saya kira teman-teman kelas reguler pun banyak yang memiliki, bahkan melebihi,” kata Andi.

Setelah mengikuti program di kelas internasional, termasuk setelah mengikuti program elektif, Andi bisa melihat betapa jauhnya perbedaan tentang dunia kedokteran antara yang sampai saat ini ada di negara kita dengan yang di luar. Sehingga perbedaan itu bisa kita pakai sebagai acuan semangat untuk belajar agar kedepan bisa mengikuti standar-standar kedokteran di negara maju.

Andianto juga membenarkan bahwa kelebihan pada kelas internasional ini antara lain, pertama, intensitas hubungan dosen-mahasiswa dinilai lebih baik. Hal ini wajar karena kelas internasional angkatan pertama ini hanya sepuluh mahasiswa, dua diantaranya asal Malaysia, sehingga kedekatan secara akademis antara dosen-mahasiswa juga lebih baik.

Selain itu dengan program elektif-nya sebagai arena pembelajaran untuk memberikan kesempatan mahasiswa dalam pengembangan diri dan karirnya. Karena itu program elektif ini wajib diikuti oleh mahasiswa kelas internasional, yakni melaksanakan studi ke luar negeri selama satu bulan. Angkatan pertama ini melakukan elektif ke Jepang.

Dimintai pesan-pesannya untuk adik-adik kelasnya, Andi menyarankan sewaktu pre-klinik hendaknya belajar sebaik mungkin. “Mengapa sebaiknya begitu, karena ketika nanti pada waktu klinik di rumah sakit  maka bisa melihat atau memperhatikan sebanyak-banyaknya pula apa yang dilakukan oleh sejawat senior, paramedis, dan manajemen,” kata Andianto berpesan. (*)

Penulis : Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu