Pertama di UNAIR, Berbagi Ilmu dengan Tiga Guru Besar Sekaligus

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ketua BPP Badri Munir Sukoco, Ph.D. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga punya cara sendiri untuk menarik publik untuk berbincang santai tapi serius dalam forum ilmiah. Kali ini, para guru besar UNAIR akan diajak untuk berbagi tentang kepakarannya yang dikemas dalam suatu topik tertentu.

Acara bertema “Gelar Inovasi Guru Besar” pertama kali dilangsungkan oleh UNAIR. Menurut Badri Munir Sukoco, Ph.D, selaku Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP), acara gelar inovasi guru besar ini diselenggarakan untuk menunjukkan kepedulian para pakar UNAIR atas permasalahan di masyarakat.

Selain menunjukkan kepedulian, acara gelar inovasi guru besar ini diharapkan dapat meningkatkan iklim akademis sivitas akademika. “Harapannya, beliau-beliau (guru besar) akan semakin sering menuangkan pemikirannya di media populer, dan jurnal ilmiah,” tutur Badri.

Rencananya, acara gelar inovasi guru besar akan digelar setiap bulan sekali. Dalam setiap forum, UNAIR akan menghadirkan tiga guru besar untuk membahas tema-tema menarik. Artinya, dalam satu tahun, ada 36 para guru besar yang berbagi tentang pandangannya terhadap suatu permasalahan. Di UNAIR sendiri, ada sebanyak 180 guru besar yang masih aktif dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Topik pembuka dalam acara kali ini adalah “Stem Cell: Harapan untuk Kehidupan yang Lebih Baik”. Acara talkshow itu akan digelar pada Rabu (31/8) pukul 9.30 – 13.00, di Aula Kahuripan 300 Kampus C UNAIR.

Dalam talkshow kali ini, sebanyak tiga guru besar yang akan menjadi narasumber adalah Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam, drh, (Fakultas Kedokteran Hewan), Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp.PD., K-PTI., FINASIM (Fakultas Kedokteran), dan Prof. Dr. Bambang Tjahjadi, S.E., MBA., Ak (Fakultas Ekonomi dan Bisnis).

Ketiganya akan membahas topik mengenai stem cell dari sudut pandang yang berbeda. Prof. Fedik akan mengulas perkembangan riset stem cell yang berjalan di UNAIR, sedangkan Prof. Nasron akan membahas tentang aplikasi riset stem cell di rumah sakit-rumah sakit. Dari sudut pandang ekonomi, Prof. Bambang akan memberikan pendapatnya mengenai peluang manajemen dan inovasi produk stem cell.

Rencananya, talkshow pertama akan dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell UNAIR, para dosen, dan klinisi di rumah sakit-rumah sakit.

Dalam acara ini, setiap guru besar akan memaparkan materi sesuai bidang keilmuan selama tiga puluh menit. Setelah pemaparan materi, akan dilangsungkan sesi diskusi antara narasumber dan audiens selama satu jam. Pada tiga puluh menit terakhir, ada sesi untuk menyusun rekomendasi untuk pembuat kebijakan yang bisa disuarakan via media massa.

“Dengan berlangsungnya acara ini, masyarakat bisa melihat UNAIR peduli terhadap bangsa, dan para guru besar semakin fokus dengan kegiatan ilmiah mereka. Tujuan utama keberadaan universitas adalah advancing the society. Jadi, paparan materi dari guru besar bisa membuat masyarakat yang lebih baik, sekaligus meningkatkan reputasi UNAIR,” tutur Ketua BPP UNAIR itu. (*)

Penulis: Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu