Kelompok KKN-BBM UNAIR Revitalisasi Kawasan Wisata bersama Warga

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Proses pembangunan kolam (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Program Kuliah Kerja Nyata – Belajar Bersama Masyarakat ke-54 yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga melalui Lembaga Pengabdian, Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Masyarakat menyisakan banyak cerita menarik. Cerita menarik itu dituturkan berdasarkan pengalaman kelompok mahasiswa dalam mengabdikan diri dan belajar kehidupan bersama masyarakat.

Kali ini, kelompok KKN – BBM asal Desa Ranuagung, Tiris, Probolinggo, berbagi cerita mengenai revitalisasi kawasan wisata Danau Ranuagung. Kelompok KKN – BBM ini beranggotakan Zulfikar Arif Alfarisi (Fakultas Kedokteran), Umaimah Rosyidah (FK), Ayunani Sulaiman Putri (Fakultas Perikanan dan Kelautan), Kiki Lestari (Fakultas Farmasi), Muhamad Muklis (FF), Kristie Ari Wijaya (Fakultas Hukum), Virgita Kasih (Fakultas Ilmu Budaya), Devinta Rahma Citra (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Ditta Ayu Kurniasari (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), dan Ahmad Syarifudin Hidayat (FEB).

Berikut cerita selengkapnya:

Program KKN – BBM kami tak jauh berbeda dengan kelompok lainnya. Kami tetap mengajar di sekolah, dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Tetapi, kami ingin memberikan legacy yang abadi ketika kami sudah tak lagi bertempat di Ranuagung.

Kecamatan Tiris Probolinggo memiliki banyak destinasi wisata alam yang menarik, seperti danau yang indah, air terjun yang masih alami, candi, dan kebun teh yang luas dan sejuk. Di Ranuagung sendiri ada dua ranu atau danau yakni Danau Ranu Agung dan Danau Ranu Betok.

Saat ini, kondisi Danau Ranu Betok sudah tak seindah dulu. Ada banyak tanaman eceng gondok dan lumut yang memenuhi danau, sehingga hanya sedikti air yang terlihat. Namun, kondisi tersebut tak mengurangi keindahan panorama Ranu Betok yang berada di kaki Gunung Lamong. Selain Ranu Betok, ada lagi Ranu Agung. Setengah kawasan danau Ranu Agung dipenuhi tebing batu yang menjulang tinggi.

Dengan adanya deskripsi panorama kedua danau, maka tak heran bila danau ini ramai dikunjungi oleh wisatawan, meskipun harus menempuh jarak kurang lebih 300 meter. Kawasan wisata Danau Ranu Agung dilengkapi dengan perahu getek yang bisa dimanfaatkan wisatawan untuk menikmati keindahan danau. Dengan perahu getek, pengunjung bisa berkeliling danau dan mendekat dengan tebing. Air danau yang jernih dilengkapi pemandangan yang indah membuat siapa saja ingin menceburkan diri ke dalam.

Tapi sayangnya, terdapat larangan bagi pengunjung untuk tidak boleh berenang. Beberapa tahun lalu, ada kejadian wisatawan yang tewas tenggelam. Namun, pengurus wisata seakan lepas tanggung jawab. Kondisi ini sempat membuat wisata Danau Ranu Agung mengalami penurunan pengunjung.

Akibat kejadian itu, tepat enam bulan lalu, pengurus baru yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pok Darwis) berencana memperbaiki kawasan wisata. Bersama Pak Tinggi (sebutan bagi kepala desa), dan Pok Darwis, kelompok mahasiswa KKN – BBM UNAIR ini berdiskusi untuk memperbaiki keadaan di Danau Ranu Agung.

Danau Ranu Agung merupakan kawasan wisata yang telah banyak memberikan penghidupan bagi warga desa setempat. Jika kawasan wisata sepi, maka pertumbuhan ekonomi di sana juga akan melambat. Penjual makanan, penjaga loket wisata, dan juga pengayuh perahu tidak akan mendapatkan penghasilan. Sedangkan, mata pencaharian warga sehari-hari hanya berkebun.

Keberadaan sumber air jernih, dan banyaknya pasir serta batu-batuan akhirnya membuat kami bersepakat untuk membangun kolam renang. Kolam renang dibangun untuk meningkatkan angka kunjungan sekaligus pelengkap wisata Danau Ranu Agung.

Kelompok KKN – BBM UNAIR bertanggung jawab atas pendanaan, sedangkan warga setempat menyumbangkan tenaganya untuk bekerja bakti. Konsep program KKN – BBM, atau belajar bersama masyarakat benar-benar terjadi dalam kelompok kami. Kerjasama kami tak hanya berlangsung secara top down melainkan juga bottom up. Inilah sinergi positif antara mahasiswa KKN dan warga desa.

Tujuan pembangunan kolam renang ini tidak lain adalah untuk meningkatkan jumlah pengunjung yang datang. Ketika pengunjung ramai, maka ekonomi akan bergerak naik.  Pembangunan kolam renang ini juga didukung oleh kelompok Musyawarah Pimpinan Kecamatan Tiris. Kepala Desa Ranu Agung juga mengapresiasi pembangunan kolam renang ini. Mereka juga memberikan apresiasi dan berterima kasih atas penyelenggaraan program KKN – BBM UNAIR di wilayahnya.

Keberhasilan pembangunan kolam renang ini tidak lepas dari kerjasama pihak donatur maupun pelaksana. Saat ini, pembangunan kolam masih terus berjalan. Rencananya, pada bagian pancuran kolam akan dicantumkan logo UNAIR.

Kami selaku kelompok KKN – BBM Desa Ranu Agung juga mendapatkan pengalaman yang luar biasa, misalnya berkeliling presentasi untuk mendapatkan pendanaan. Akhirnya, program pembangunan kolam renang mendapatkan pendanaan dari DPRD Kabupaten Probolinggo.

Setiap harinya, mulai pukul 8 pagi hingga 4 sore, kami juga turun ke danau untuk membantu mencangkul. “Walah kaya kuli rek, tangan akeh kapale sisan (Wah! Kita jadi seperti kuli! Tanganku mengalami kapalan),” canda salah satu rekan, Zulfikar.

Bahkan beberapa kali, kami juga membantu mendayung perahu untuk mengantarkan pengunjung yang ingin berkeliling danau. Pengalaman yang indah ini hanya bisa dirasakan bagi mereka yang mengikuti program KKN – BBM. Ketika kami melakukan perpisahan dengan warga, suasana sempat dipenuhi dengan isak tangis.

Inilah makna dan tujuan KKN. Bagaimana mahasiswa dan warga saling mentransfer keilmuan, dan berbagi pengalaman masing-masing, sehingga akan tercipta masyarakat yang madani dan Indonesia yang bermartabat. (*)

Penulis: Ayunani Sulaiman dan Ahmad Syarifudin H. (anggota kelompok mahasiswa KKN – BBM di Ranu Agung, dan mahasiswa FPK)
Editor: Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu