UKM PSHT UNAIR Gelar Training on Trainers se Jawa Timur

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana Kegiatan TOT UKM PSHT UNAIR Di Aula SC Kampus C. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) UNAIR, selalu berupaya mengimplementasikan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Seperti tahun sebelumnya, UKM PSHT mewujudkannya dengan mengadakan TOT (Training on Trainers) mengenai cara efektif dan benar dalam latihan pencak silat untuk kalangan pelatih maupun anggota Pencak Silat PSHT se – Jawa Timur.

Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Sabtu (20/8) – Minggu (21/8) di Aula Student Center lantai 3 ini diikuti oleh 75 peserta dari seluruh Jawa Timur. Selama dua hari, peserta diberi wawasan mengenai gerakan pencak silat TGR (Tunggal, Ganda, Regu) yang benar, peraturan pertandingan, prinsip dan dasar – dasar latihan serta Sport Massage.

“Tujuan dari TOT sendiri, diharapkan nanti dapat meningkatkan kualitas pelatih maupun atlet khususnya dari PSHT agar dapat berprestasi di kancah nasional maupun di kancah internasional. Selain itu dapat merubah paradigma dari pelatih PSHT yang tadinya masih menggunakan sistem tradisional kemudian dialihkan menjadi pelatihan  keatletan,” ujar Alfiansyah Noval selaku ketua panitia dalam kegiatan tersebut.

Noval juga menambahkan, dengan menambah wawasan peserta mengenai metode latihan modern, mereka bisa menerapkannya pada latihan terhadap anak asuh. Bagi Noval, dengan latian tersebut terciptalah atlet-atlet yang berkualitas dan kompetitif.  Tidak hanya itu, di hari terakhir peserta juga diberi wawasan mengenai pertolongan pertama ketika cedera pertandingan oleh ahlinya, sehingga peserta dapat mengetahui tindakan yang tepat dilakukan untuk mengatasi cedera terhadap atlet.

Hadir dalam pembicara pada hari pertama, Hasyim (Pelatih TGR Pencak Silat PSHT Jawa Timur) dan Sukarjo (Wasit Juri Pencak Silat Internasional). Hari kedua pembicara adalah Wahyu Prabowo (Pelatih Fight Pencak Silat) dan Sukron (Team Masase KONI)

“Sebagai pelatih atau trainer harus kreatif. Harus pintar dalam membuat variasi latihan agar tidak monoton seperti variasi model latihan, tempat latihan, upgrade sarana prasarana dan teman – teman saat latihan namun tetap menerapkan prinsip dan dasar latihan yang benar,” papar Wahyu.

Nanda Saiful Anam salah satu panitia dari acara ini juga menambahkan, yang membedakan TOT tahun ini dari sebelumnya yaitu penambahan pembicara dan pemateri yang bertujuan untuk memantapkan lagi pengetahuan peserta mengenai seluk beluk pertandingan pencak silat yang belum begitu dipahami. (*)

Penulis: Farida Hari
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu