Museum Caffe FK UNAIR Dibuka, Menunya Pakai Istilah Kedokteran

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Bagian dari meja kafe yang dihiasi dengan ‘Spuit” disposable baru ukuran 20 Cc. Menu-menunya pun dengan beberapa istilah kedokteran. (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – Satuan Usaha Akademik (SUA) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga menambah outlet baru. Setelah sebelumnya memiliki bidang jasa dengan membuka outlet Kantor Pos, rumah ATM (Anjungan Tunai Mandiri) beberapa bank, “Medicine Caffe” dan “Kafe Tennis”, kini outlet yang baru saja diresmikan oleh Dekan FK UNAIR itu adalah “Museum Caffe”.

Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U(K) meresmikan arena santai dan rehat siang itu hari Minggu (21/8) kemarin, bersamaan dengan senam dan jalan sehat sivitas FK UNAIR. Kafe ini menempati sebagian ruang di sisi depan sebelum pintu masuk Museum FK UNAIR. Persisnya di bagian sudut sebelah kanan gedung FK Jl. Prof. Dr. Moestopo 47 Surabaya. Gedung FK peninggalan Netherlands Indische Artsen School (NIAS) itu sudah menjadi bagian dari Heritage Kota Surabaya.

”Museum Kedokteran FK UNAIR ini sudah sering dikunjungi wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik, sehingga sekalian dengan itu kita sediakan arenanya untuk menunjang kehadirannya agar lebih nyaman,” kata Prof. Soetojo ketika meresmikan kafe tersebut.

Pada teras kafe yang dilengkapi meja-kursi dan dilengkapi wifi itu, Dekan berharap hendaknya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya baik oleh pengunjung museum, dosen, mahasiswa dan karyawan baik untuk rehat siang, belajar, dan diskusi.

Dekan FK UNAIR Prof. Soetojo didampingi Ketua SUA FK dr. Lynda Hariani (putih) meninjau “Museum Caffe” FK UNAIR yang baru diresmikan. Pengunjung memanfaatkan kue yang disajikan, dan ornamen kafe dengan stetoskop yang digantungkan di bagian atap. (Foto: Bambang Bes)
Dekan FK UNAIR Prof. Soetojo didampingi Ketua SUA FK dr. Lynda Hariani (putih) meninjau “Museum Caffe” FK UNAIR yang baru diresmikan. Pengunjung memanfaatkan kue yang disajikan, dan ornamen kafe dengan stetoskop yang digantungkan di bagian atap. (Foto: Bambang Bes)

Sementara Ketua Satuan Usaha Akademik (SUA) FK UNAIR, dr. Lynda Hariani, Sp.BP-RE menjelaskan kafe yang dipimpinnya ini hanya buka mulai pagi hingga sore pada jam kerja, sesuai dengan jam kerja dan jam buka Museum Kedokteran. Karena berada di Fakultas Kedokteran maka ornamen kafe pun dihiasi dengan benda-benda yang akrab dengan masalah kedokteran.

Misalnya hiasan yang terbuat dari batu gif bekas cetakan hidung orang-orang yang pernah minta dioperasi hidungnya di Bagian Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik RSUD Dr. Soetomo/FK UNAIR. Kemudian belasan stetoskop yang sudah tidak dipakai lagi dan dimanfaatkan sebagai hiasan pada bagian atap kafe.

”Tetapi spuit-spuit disposable ukuran 20 CC ini baru semua, karena kalau bekas maka sangat riskan dengan kuman dan sebagainya, sehingga selain berbahaya juga imagenya jelek. Jadi spuit ini baru semua,” kata dr. Lynda, sambil menunjuk hiasan di bagian depan dinding meja kafe.

Termasuk yang unik juga, karena di “Museum Caffe” dan lokasinya di FK, maka nama-nama menu makanan yang disajikan pun menggunakan beberapa istilah kedokteran. Misalnya, sebut dr. Lynda, yang dinamai Poliappendix itu adalah mie. Kemudian hemorraghyc villous (spagheti), risoleus (risoles), Fat Layer Fancy (makaroni skotel). Pada minumannya, selain teh dan kopi, juga ada plasma infussion (es markisah), Lactotea Mixtura Drink (teh susu), dan Healthy Bloody Mary (jus tomat). (*)

Penulis: Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu