Mahasiswa Fakultas Psikologi Ikuti Konferensi di Jepang

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dari kiri I Wayan Putra Radityawan dan Nelly Marhayati selepas mengikuti rangkaian acara International Congress of International Association for Cross-Cultural Psychology (IACCP) 23rd yang dilaksaakan di Nagoya, Jepang. (Foto.: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mengikuti konferensi lintas negara tentunya menjadikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Apalagi jika konferensi tersebut dilaksanakan di luar negeri dan baru pertama kali diikuti. Begitulah pengalaman yang dirasakan I Wayan Putra Radityawan, mahasiswa S-1 Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga.

Bersama Nelly Marhayati dan Prakrisno Satrio mahasiswa S-3 FPsi, Wayan berkesempatan mengikuti International Congress of International Association for Cross-Cultural Psychology (IACCP) 23rd yang dilaksaakan di Nagoya, Jepang. Acara tersebut dilaksanakan pada 30 Juli – 3 Agustus 2016 silam. Acara yang telah diselenggarakan ke-23 itu merupakan kerjasama IACCP dengan The International Academic Forum (IAFOR).

Pada kesempatan ini, Wayan sapaan akrabnya, mewakili kelompoknya mempresentasikan paper dengan judul “The Application of Token Economy to Improve Obediencce Behaviour in the Students of Anak Ceria Kindergarten”. Selain Wayan, makalah tersebut ditulis oleh Ayu Fitria, Hanny Gustiyanti, Musrifatul Jannah, Nisva Lailatun Nisa, dan Windy Marifatiyanti.

“Dalam hal ini, saya mewakili kelompok saya yang berhalangan hadir sehingga saat presentasi saya tampil sendiri. Akan tetapi saya tidak sendirian dari UNAIR, karena ada Bu Nelly mahasiswa S-3 Psikologi UNAIR yang juga berpartisipasi, meskipun kita berbeda ruangan dan tema. Kebetulan Bu Nelly masuk dalam tema akulturasi migrasi,” ceritanya.

Wayan merasa beruntung dapat berpartisipasi pada kegiatan ini. Sebab, para peserta merupakan peneliti yang fokus pada psikologi lintas budaya yang berasal dari berbagai negara. Mereka terdiri dari mahasiswa, dosen, bahkan praktisi profesional.

Rangkaian acara IACCP yang bertemakan “Cultural Neuroscience: Accomplishment So Far and Future Directions ini diawali dengan prakongres. Wayan berbangga karena berkesempatan bertemu dan berjejaring dengan akademisi lintas negara.

“Saya mendapatkan banyak pengalaman baru dan wawasan baru yang tidak pernah saya dapatkan selama berada di UNAIR. Dan, yang saya apresiasi adalah bagaimana semangat penelitian dalam kongres seperti ini sangat besar. Kita saling membagikan hasil penelitian kita dan tidak sedikit dari kita mendapatkan masukan yang positif untuk pengembangan penelitian kita,” ujarnya.

Wayan merasa memperoleh lecutan semangat ketika paper yang ia presentasikan mendapatkan apresiasi. Peserta dan peneliti lain mengapresiasi penelitiannya dengan memberikan kritik dan masukan.

“Di sini saya yang notabene masih berstatus mahasiswa merasa mendapat pelajaran, dan saya juga berupaya mendapatkan informasi tambahan terkait studi di luar dan join dalam penelitian dengan pihak luar,” paparnya,” kata mahasiswa kelahiran Liquica, Timor Leste, 30 Oktober 1994 ini.

Sementara itu, Nelly, berkesempatan mengikuti dua kegiatan di Nagoya. Sebelum mengikuti IACCP, Nelly mengikuti PhD summer school yang diselenggarakan sejak tanggal 26-30 Juli 2016, bertempat di Nakatsugawa, Nagoya.

“Tujuannya adalah untuk membantu mahasiswa doktoral dari seluruh dunia terutama yang fokus di bidang psikologi cross culture menemukan tambahan pengetahuan yang mendukung penelitian disertasi mereka baik dari mentor maupun teman-teman dari negara lain,” ujar Nelly.

Nelly mengaku, dengan mengikuti acara tersebut ia mendapat banyak pengalaman yang bukan hanya mendukung disertasinya namun juga pengalaman dan pengetahuan yang lain. Bahkan, ia berdiskusi dengan teman sekamarnya yang merupakan asisten riset professor dari Universitas Miami, Amerika Serikat, untuk melakukan kolaborasi penelitian pada tahun 2017 di Indonesia.

“Saya sangat berterima kasih kepada UNAIR, khususnya pimpinan di lingkungan Psikologi, dan Program Doktor Psikologi atas dukungannya, sehingga saya dapat mengikuti kegiatan di Nagoya Jepang. Acara ini adalah acara dua tahunan Organisasi IACCP dan alangkah baiknya jika dari UNAIR khususnya psikologi selalu mengirimkan utusannya baik dosen maupun mahasiswa untuk kegiatan ini,” pungkas Nelly. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor: Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu