Apresiasi Kontribusi UNAIR, Gus Ipul Kunjungi Pasien Facial Cleft

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Gus Ipul didampingi Rektor UNAIR Prof. Nasih dan Bupati Lumajang As'at Malik saat mengunjungi Tutik Handayani, pasien Facial Cleft di RSUA, Selasa (23/8). (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Kisah kasus facial cleft (celah wajah) pertama kali yang ditangani oleh tim dokter Rumah Sakit Universitas Airlangga terdengar jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Buktinya, pasien celah wajah Tutik Handayani mendapatkan kunjungan dari orang nomor dua di Jatim, Selasa (23/8), di RS UNAIR.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf didampingi Rektor UNAIR Prof. Dr. Mochammad Nasih, S.E., M.T., Ak, Bupati Lumajang As’at Malik, Wakil Direktur RS UNAIR Prof. M. Amin, dr., Sp.P (K), dan ketua tim dokter kasus celah wajah dr. Indri Lakshmi Putri, Sp.BP-RE (KKF), menjenguk Tutik di ruang lantai delapan RS UNAIR.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul  –sapaan akrabnya– terlihat berdialog dengan Tutik. Setelah mengetahui cita-cita Tutik yang ingin menjadi seorang ustazah, Gus Ipul meminta Tutik untuk membaca salah satu surat dalam kitab suci Al-Quran. “Tutik bisa ngaji Al Fatihah, ya. Fasih juga ternyata bacaan calon ustazah ini,” ujar Gus Ipul menghibur Tutik.

Di sela-sela dialog, Wagub Jatim juga mengajak bercanda Tutik yang kondisinya kian membaik. Selain itu, Gus Ipul juga memberi wejangan kepada Tutik, agar ia tak perlu malu dalam bergaul dengan teman-teman sebayanya. Pasalnya, selama ini Tutik jarang keluar rumah karena merasa berbeda dengan teman sebayanya.

“Alhamdulillah, Tutik bisa bercanda. Setelah ini sembuh ya, Tut. Yang penting Tutik sudah bisa tertawa, saya juga ikut bahagia,” ujar Gus Ipul. “Setelah ini, Tutik gak perlu minder sama teman-temannya, ya, jadi bisa main bareng temen,” imbuhnya.

Terkait dengan operasi kasus celah wajah, Wagub Jatim menyampaikan apresiasinya kepada tim dokter RS UNAIR. Menurut Gus Ipul, hal tersebut merupakan prestasi yang membanggakan. Pasalnya, operasi celah wajah ini merupakan kasus pertama yang ditangani tim dokter RS UNAIR.

“Jadi, Tutik dengan UNAIR bersinergi. Tutik mendapatkan perawatan medis, UNAIR semakin terkenal karena mampu menangani kasus ini. Ini prestasi yang luar biasa,” ujar Wagub Jatim itu.

Gus Ipul juga menyampaikan bahwa Tutik tidak perlu mengkhawatirkan biaya perawatan medis. Walaupun biaya penanganan medis tidak gratis, ada banyak pihak yang siap membantu.

“Biaya gak usah dipikir,” kata Gus Ipul. “Gak ada yang gratis karena pada dasarnya gak ada yang gratis, cuma siapa yang bantu bayar nanti. Mungkin BPJS Kesehatan, mungkin Jamkesda, mungkin dari pak Bupati juga ada,” tambahnya.

Dokter Putri yang mendampingi kunjungan pemerintah saat itu mengatakan, bahwa Tutik sudah bisa pulang dua hari lagi (Kamis, 25/8). Namun, Tutik masih harus menjalani operasi tahap selanjutnya, yakni operasi penutupan celah langit-langit dan sudut bibir yang nantinya disesuaikan dengan perkembangan hasil operasi tahap pertama. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu