Rektor UNAIR: Kolaborasi untuk Maksimalkan Potensi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

UNAIR NEWS – Kolaborasi untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki. Itulah intisari pernyataan Rektor Universitas Airlangga ketika diwawancarai awak media terkait dengan The Australia-Indonesia Centre and Ristekdikti “Indonesia-Australia Research Summit” yang dilaksanakan di UNAIR, Senin (22/8). Pertemuan peneliti itu bertajuk “Innovating Together: Starting Local, Reaching Global.”

“Inti dari pertemuan ini adalah kita mendorong inovasi karena inovasi tidak bisa dilakukan sendiri. Kita memerlukan banyak sumber daya dan kerjasama dengan pihak lain,” tutur Rektor UNAIR.

Begitu pula dengan pertemuan peneliti yang berlangsung pada dua hari ini. Menurut Prof. Nasih, pelaksanaan forum-forum peneliti internasional dimaksudkan untuk mendorong lebih banyak inovasi di berbagai bidang. Misalnya, keunggulan UNAIR di bidang kesehatan bisa dikolaborasikan dengan pihak lain untuk menghasilkan produk yang lebih inovatif.

“Misalnya, ambil contoh sapi australia. Mengapa justru sapi australia yang menjadi favorit, kita justru impor dari sana. Ada apa dengan sapi australia. Kita harus teliti itu, dan hasil penelitiannya bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan potensi dalam negeri,” tutur Prof. Nasih.

Prof. Nasih juga menyampaikan apresiasi pada pelaksanaan pertemuan peneliti kali ini karena ada banyak isu-isu strategis yang dibahas, seperti dominasi Tiongkok dalam berbagai kerjasama bisnis.

Prof. Nasih berharap dengan adanya forum internasional semacam ini bisa merangsang kegiatan riset para akademisi UNAIR.

“Peneliti dari Australia saja mau ke sini, masa kita enggak? Harapannya, kita (peneliti UNAIR, –red) juga banyak yang ke sana untuk melakukan riset,” imbuh Prof. Nasih.

Terkait dengan kolaborasi, UNAIR banyak memiliki kerjasama dengan universitas dan pemerintah Australia. Saat ini, peneliti UNAIR, Universitas Indonesia, Universitas Western Australia, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mengembangkan penelitian mengenai kelas inklusi. Kelas inklusi ini diperuntukkan bagi siswa yang memiliki keterbatasan pendengaran agar bisa berbaur dengan kawan-kawan lainnya tanpa perlu ada pemisahan ruangan khusus.

“Ini sedang diusahakan agar mereka nggak perlu ada kelas khusus. Dan mereka bisa sekelas dengan teman-teman lainnya,” imbuh Prof. Nasih.

Selain kolaborasi riset, UNAIR juga memiliki kerjasama di bidang lain seperti pertukaran mahasiswa dan pengajar. Dengan adanya hubungan kerjasama, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR itu berharap agar hubungan bilateral negara bisa lebih baik dan berkualitas.

“Kerjasama ini kan, untuk saling berkolaborasi dan belajar. Sekaligus untuk menghilangkan ketergantungan antar kedua negara,” tutur Prof. Nasih. (*)

Penulis: Defrina Sukma S.
Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu