Salah satu kelompok mahasiswa KKN di Nganjuk sedang menampilkan pertunjukan karawitan di acara perpisahan.
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Selama kurang lebih sebulan, mahasiswa Universitas Airlangga telah melakukan pengabdian, pembelajaran dan perjalanan di berbagai desa. Beragam momen selama KKN (Kuliah Kerja Nyata) menjadi kenangan tersendiri bagi mahasiswa. Salah satunya adalah acara perpisahan antara kelompok KKN dengan warga desa sekitar.

Seperti yang dilakukan oleh Reny Rachmalia dan kelompoknya yang mengadakan acara perpisahan bertemakan budaya nusantara dengan warga desa Karangtengah Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk. Berbagai pertunjukan disajikan, diantaranya karawitan karang taruna dan juga musik lokal. Selain itu, desa Karangtengah juga disuguhi penampilan karawitan dari mahasiswa KKN.

“Penampilan ini khusus kami sajikan pada acara perpisahan, kami juga sudah sering berlatih sebagai bentuk persiapan,” ujar Dios, Ketua kelompok KKN Karangtengah.

Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Dios dan kawan-kawan, Renanda Putri Yenata dan kelompoknya mengadakan acara perpisahan bersamaan dengan berbagai lomba. Pesertanya pun beragam, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

“Ternyata yang ikut lomba tidak hanya warga desa, warga satu kecamatan juga sangat antusias mengikutinya,” ungkap mahasiswi S1 Ilmu Sejarah yang melakukan KKN di desa Jeruk Porot Kecamatan Torjun, Sampang, Madura.

Mahasiswa KKN di Sampang Madura berpose bersama warga.
Mahasiswa KKN di Sampang Madura berpose bersama warga.

Rere-begitu sapaan karibnya- bercerita, setelah siang harinya diadakan berbagai macam lomba, malam harinya mereka mengadakan acara syukuran sekaligus sebagai malam perpisahan. “Jadi malam harinya, kami sekalian pamit kepada warga desa Jeruk Porot,” lanjutnya.

Ditempat yang berbeda, ada juga acara perpisahan KKN yang disambut isak tangis warga, diantaranya yang paling kentara adalah anak-anak seusia SD dan SMP. “Pada malam itu, kami jadi gak ingin pulang, karena anak-anak disana yang tidak menghendaki kami pulang,” kenang Deviani Henindar.

Anak-anak yang mereka maksud adalah anak-anak yang biasanya mengikuti bimbingan belajar mulai sore hingga malam hari. Tak ayal mereka menangisi kepergian mahasiswa KKN tersebut. Pasalnya, bimbingan dari mahasiswa KKN dianggap mampu menambah motivasi untuk belajar.

“Pastinya kami akan merindukan mereka,” pungkas Deviani. (*)

Penulis : Akhmad Janni
Editor : Dilan Salsabila

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).