Pendekar Silat UNAIR Borong Medali di Kejurnas Rektor Cup Nasional 2016

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Kontingen UNAIR berpose bersama medali yang diraih pada Kejurnas IPSI Rektor Cup Nasional 2016 (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Dengan slogan andalan “Semangat Dadi Juara”, UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) UNAIR terus berupaya mengukir prestasi untuk almamater. Hal itulah yang kemudian mendorong tim pencak silat UNAIR untuk membawa pulang medali dalam Kejurnas IPSI Rektor Cup Nasional 2016.

Seperti kejuaraan pencak silat pada umumnya, turnamen ini dibagi menjadi kategori fighter dan seni, baik untuk putra dan putri. Di kategori fighter, peserta dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan berat badan.

Karena terdapat kategori yang berbeda, kontingen pencak silat UNAIR yang berlaga di turnamen tersebut juga beranggotakan mahasiswa dari UKM yang berbeda-beda. Diantaranya adalah mahasiswa anggota UKM PSHT, UKM Pencak Silat Tapak Suci, dan UKM Pencak Silat Perisai Diri, yang telah diseleksi dan dilatih selama satu bulan.

Dalam turnamen yang diadakan di Universitas Negeri Makassar pada 8 – 11 Agustus tersebut, 20 mahasiswa perwakilan UNAIR berhasil menyabet beberapa emas, perak dan perunggu dengan rincian sebagai berikut :

Perolehan Emas

– Della Pramarsya (Beregu Putri)

– Siti Aisyah (Beregu Putri)

– Nur Choiriyah (Beregu Putri)

Perolehan Perak

– Irma Suryani Mutalifa (kelas C putri)

– Eni Mayang Sari (kelas D putri)

– M.A Ghufron A. (kelas G putra)

– Alfiansya Noval Siswanto (kelas H putra)

– Nanda Saiful Anam (Seni Beregu Putra)

– Andaru Riski (Seni Beregu Putra)

– M. Baharuddin Fatih (Seni Beregu Putra)

Perolehan Perunggu

– Alfiyani Syahriyah (kelas A putri)

– Abdul Azis (kelas A putra)

– Nurul Istiqomah (kelas B putri)

– Rafika Olivia (kelas F putri)

– Muji Wahyu (kelas F putri)

– Alfiyani Syahriyah (Beregu Putri)

– Murni Muji N. (Beregu Putri)

– Indra Purwanti (Beregu Putri)

Ketua UKM PSHT UNAIR, Baharudin Fatih mengatakan, kendala yang dihadapi para anggota selama latihan ialah cedera. Selain itu, kurangnya waktu latihan juga menjadi kendala bagi kontingen UNAIR. Pasalnya, saat itu anggota yang akan berlaga masih larut dalam euforia libur lebaran.

“Namun hal tersebut tak mematahkan semangat mereka saat bertanding,” ujar Baharudin. “Total latihan kita hanya dua minggu, memang terasa kurang. Sempat merasa nervous, tapi kita harus optimis untuk menang dan melakukan yang terbaik,” imbuh Nanda Saiful Anam, Anggota UKM PSHT UNAIR.

Baharudin menambahkan, dengan adanya latihan gabungan ini, mereka bisa bertukar pikiran tentang pencak silat dari masing-masing UKM pencak silat yang ada di UNAIR.

“Untuk event kedepan yang melibatkan gabungan pencak silat di UNAIR lagi ada di Lampung, di Kejurnas antar perguruan tinggi juga. Harapannya, dengan gabungan antar pencak silat di UNAIR ini bisa menguatkan formasi kita dan bisa menyabet juara umum,” pungkass Baharudin.(*)

Penulis : Faridah Hari
Editor : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu