Alumni UNAIR Ignasius Jonan Beri Motivasi Mahasiswa Baru

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ignasius Jonan, alumni UNAIR angkatan tahun 1982 saat memberikan motivasi kepada mahasiswa baru, Kamis (18/8) (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak mengukuhkan 6.726 mahasiswa baru jenjang S-1 dan vokasi pada Kamis (18/8). Pengukuhan mahasiswa baru tersebut dihadiri Ignasius Jonan, alumni UNAIR angkatan tahun 1982. Jonan, sapaan akrabnya, memberi kuliah tamu untuk memotivasi para mahasiswa baru.

“Hari ini sama seperti ketika saya dikukuhkan menjadi mahasiswa baru UNAIR, 34 tahun yang lalu, pada tanggal yang sama di tahun 1982,” ujarnya diikuti tepuk tangan mahasisawa.

Menteri Perhubungan Indonesia tahun 2014-2016 ini memberikan motivasi agar mahasiswa baru nantinya pandai memanfaatkan waktu selama menjadi bahasiswa. Pada kesempatan ini, Jonan membagi tips kepada mahasiswa baru yang nantinya akan menjalani perkuliahan. “Jangan belajar yang tidak perlu. Harus fokus pada program studi yang dipilih. Dan, jangan kebanyakan pacaran,” kata Jonan dan disusul gelak tawa mahasiswa.

“Selalu gunakan moralitas dimanapun kalian berada. Kuliah jangan hanya mengejar gelar, karena keilmuan menjadi sangat penting ketika lulus nanti. Output kuliah tidak hanya fokus pada kekayaan, tapi mengabdi pada masyarakat dan bangsa,” ujar alumni Akuntansi UNAIR ini.

Jonan terlihat antusias dengan pemberian kuliah tamu kali ini. Ia memberi kesempatan pada mahasiswa baru untuk mengajukan pertanyaan untuknya. Baginya, ketika menduduki jabatan penting sebagai menteri maupun Direktur Utama Kereta Api Indonesia (KAI) pada 2009-2014, ada tiga tantangan terbesar yang ia hadapi. Pertama kordinasi dengan masyarakat, kedua menerapkan tujuan yang sama dengan masyarakat, dan ketiga masalah moralitas.

“Tantangan menerapkan satu pekerjaan dan satu tujuan yang terbaik untuk bangsa. Bukan tujuan yang sesuai keinginan pribadi atau kelompok, tapi tujuan untuk masyarakat,” ujarnya.

Jonan mengatakan, infrastruktur adalah elemen penting dalam pembangunan bangsa. Namun katanya, yang lebih penting lagi adalah pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Kalau SDM kurang terbangun, pembangunan bangsa kurang cepat dan tidak akan sesuai dengan harapan,” tegasnya.

Jonan mengatakan, tantangan masyarakat saat ini adalah membangun Indonesia yang lebih baik, bermadani dan berkeadilan. “Kita tidak boleh berhenti mencintai Indonesia dan UNAIR,” ucapnya.

Pada kesempatan wawancara, Jonan mengatakan agar lulusan UNAIR lebih bisa ‘promosi’ agar bisa berkiprah secara nasional. “Kompetisi yang kita miliki cukup, lulusan kita baik-baik. Hanya perlu ambil aksi lebih saja,” pungkasnya. (*)

Penulis: Binti Quryatul M
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu