Suasana lomba dayung gedebok, dimana para peserta diharuskan untuk mendayung diatas rakit yang terbuat dari gedebok pisang. (Foto: Binti Q.M)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 di Universitas Airlangga berlangsung semarak. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, UNAIR menyelenggarakan perlombaan yang diikuti oleh sivitas akademika UNAIR, baik pimpinan, karyawan, maupun mahasiswa. Perlombaan yang diselenggarakan selepas upacara bendera ini berlangsung meriah. Terlihat antusiasme dari peserta dan penonton yang mengikuti seluruh acara hingga selesai.

Ada tiga perlombaan yang dipilih untuk dapat diikuti oleh sivitas, yaitu lomba mendayung debhok (batang pisang) yang dilaksanakan di danau Kampus C, UNAIR, serta lomba presenter dan lomba yel-yel yang diselenggarakan di depan kantor Manajemen. Masing-masing unit, lembaga, dan fakultas beramai-ramai mengikuti perlombaan yang juga diikuti oleh mahasiswa asing ini.

“Lomba-lomba ini lebih untuk meningkatkan semangat teman-teman sivitas akademika UNAIR. Bagaimana caranya guyup, tetap semangat, tetap mengingat bahwa mengisi kemerdekaan ini perlu semangat, perlu guyup, perlu bersama-sama,” ujar Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak.

Jajaran pimpinan baik unit, lembaga, dan fakultas tak mau ketinggalan mengikuti perlombaan. Pada perlombaan presenter bahasa Jawa, ada sebagian dari peserta yang merupakan pengguna bahasa Jawa pasif. Sehingga, pada pembacaan berita, penonton maupun peserta lain terpingkal-pingkal, mengingat ejaan bahasa Jawa yang begitu kompleks.

Rektor UNAIR mengatakan, perlombaan dalam rangka perayaan kemerdekan RI ini untuk mendorong sivitas, bahwa kemerdekaan yang telah diraih masyarakat Indonesia didapat karena perjuangan yang luar biasa. Ia berharap, sivitas akademika UNAIR tetap semangat menghidupkan bahasa Jawa agar tidak punah.

“Harapannya pertama, agar semangat menghidupkan Bahasa Jawa tidak punah. Kedua, bagaimana caranya teman-teman tetap guyup meskipun dalam berbagai bahasa. Ketiga, mahasiswa asing mengerti dan menyenangi budaya dan bahasa yang ada di Indonesia, khususnya Bahasa Jawa,” ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR itu.

Pada lomba mendayung debhok, juara I diraih oleh tim dari Direktorat Sarana Prasarana dan Lingkungan UNAIR tim B, juara II diperoleh tim dari Sekretaris Universitas, dan juara III diperoleh tim dari Direktorat Sarana Prasarana dan Lingkungan UNAIR tim A.

Pada perlombaan presenter Bahasa Jawa, Juara I diperoleh Mochtar Lutfi dari Fakultas Ilmu Budaya, Juara II Junaidi Khotib Wakil Rektor IV, dan Juara III Hery Purnobasuki Ketua Lembaga Penelitian dan Inovasi. Sedangkan pada perlombaan yel-yel, Juara I diperoleh Satuan Pengamanan UNAIR, Juara II Fakultas Kedokteran Gigi, Juara III Fakultas Perikanan dan Kelautan.

Ketua Pusat Informasi dan Humas UNAIR, Suko Widodo mengatakan, perlombaan dalam rangka peringatan hari kemerdekaan RI ini diadakan untuk membangun keakraban antara sivitas akademika UNAIR.

“Ini perlombaan yang baru pertama kali dilakukan dalam rangka peringatan 17 Agustus. Semoga kedepan perlombaan bisa melibatkan masyarakat sekitar kampus,” harapnya. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor : Dilan Salsabila

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone