Perbaiki Kualitas Informasi, Humas Fakultas Dilatih Memproduksi Berita

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Akhmad Janni (Kiri) menerima hadiah yang diserahkan langsung oleh Sekretaris PIH, Eduardus Bimo A. (kanan) salah satu peserta workshop pelatihan fotografi yang telah diberikan oleh Redo (tengah) di Kahuripan 301, UNAIR Kampus C. Selasa(16/8) (Foto : Defrina Sukma S.)

UNAIR NEWS – Dalam rangka memperbaiki kualitas informasi dalam jaringan, Pusat Informasi dan Humas (PIH) Universitas Airlangga mengadakan lokakarya bertajuk “Pelatihan Penulisan Berita Online” di Kahuripan 301, Selasa, (16/8).

Lokakarya tersebut diikuti oleh Koordinator Informasi dan Humas (KIH) dari tiap fakultas, unit kerja, dan forum mahasiswa UNAIR. Dalam sambutannya, Ketua PIH Drs. Suko Widodo, M.Si., mengungkapkan bahwa setiap punggawa humas di seluruh lingkungan akan berlatih mengelola informasi, khususnya di bidang jurnalistik.

“Humas itu bisa juga diartikan hubungan masalah. Artinya, kita harus mampu menghadapi permasalahan di dunia jurnalistik, salah satunya terkait tata cara menghadapi wartawan bodrek,” ujar Ketua PIH UNAIR tersebut.

Pada pelatihan tersebut, T. Aria Auliandri, M.Sc dan Redo Nomadore hadir selaku pembicara di acara pelatihan tersebut. Dalam materinya, Aria lebih memfokuskan pelatihan pada teknik penulisan berita online, sedangkan Redo menyampaikan materi terkait fotografi jurnalistik.

Dalam kesempatan tersebut, Aria mengatakan, seorang jurnalis membutuhkan peristiwa untuk membuat sebuah peristiwa. “Wartawan kalau gak ada peristiwa, ya, dibuat sebuah peristiwa,” ujarnya.

Terkait pelatihan tersebut, Aria menjelaskan bahwa ke depan, tiap fakultas akan dituntut untuk memiliki organisasi dibidang jurnalistik. Hal tersebut berguna untuk membentuk dan menguatkan citra UNAIR, terutama bagi fakultas.

UNAIR NEWS saja baru dibentuk delapan bulan. Karena sudah ada patokannya, maka kedepan akan dioptimalkan ke tiap-tiap fakultas,” serunya.

Tulisan berita perlu diperkuat dengan gambar. Berkaitan dengan materi fotografi, Redo mengatakan bahwa peristiwa bisa diinformasikan melalui sebuah karya visual. Hal tersebut dianggap akan membuat sebuah berita menjadi lebih menarik bagi khalayak.

“94 persen, para audiens itu lebih tertarik kepada berita yang ada fotonya, dibandingkan dengan berita yang berupa teks saja,” jelasnya.

Tentang foto jurnalistik yang bagus, Redo menyebutkan beberapa kriteria foto yang menarik. Diantaranya yaitu foto yang dapat menimbulkan penasaran bagi khalayak, selain itu foto tersebut juga dapat ‘bercerita’ mengenai peristiwa yang terjadi.

Di akhir pelatihan, baik Redo maupun Aria sama-sama berharap, setiap jurnalis di lingkungan UNAIR mampu menghasilkan dan meningkatkan kualitas berita dalam jumlah yang maksimal. Walaupun saat ini, baru ada tim UNAIR NEWS yang aktif memproduksi berita, ke depan diharapkan tim jurnalis dari fakultas dapat memberikan kontribusi.

“UNAIR ada 15 fakultas dan kurang lebih 150 prodi, ditambah lagi 36.000 mahasiswa. Pastinya, tiap-tiap individu memiliki cerita masing-masing itu bisa diberitakan,” ujar Aria. “Mari bersama-sama memberikan kontribusi berupa berita yang bagus untuk UNAIR,” imbuhnya mengakhiri. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu