Peningkatan Reputasi Akademik Tunjang Peringkat Webometrics

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Wakil Rektor I Universitas Airlangga, Prof. Djoko Santoso (Foto: Defrina Sukma S)

UNAIR NEWS – Dalam perankingan institusi perguruan tinggi, UNAIR mengikuti metode yang ditetapkan oleh lembaga Webometrics. Lembaga Webometrics memiliki empat kriteria dalam memberikan penilaian terhadap kemajuan perguruan tinggi melalui laman resmi dan publikasi yang berkaitan dengan sivitas akademika kampus. Keempat kriteria tersebut yaitu presence, impact, openness, dan excellence.

Berkaitan dengan hal tersebut, Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) Universitas Airlangga menggelar ‘Workshop Peningkatan Ranking Webometrics’ di Aula Kahuripan 301, Senin (15/8). Lokakarya tersebut dihadiri oleh pimpinan, serta Koordinator Informasi dan Hubungan Masyarakat (KIH) di lingkungan UNAIR.

Dalam lokakarya yang dipimpin oleh Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D, Sp.PD., K-GH, FINASIM, dan Ketua BPP Badri Munir Sukoco, Ph.D tersebut, dibahas mengenai langkah-langkah guna meningkatkan peringkat UNAIR di Webometrics.

Saat ini, posisi UNAIR dalam peringkat Webometrics perguruan tinggi se-Indonesia menduduki peringkat kedelepan. Sedangkan posisi UNAIR pada peringkat Webometrics kampus sedunia, UNAIR menduduki peringkat ke 1.906.

Dalam arahannya, Prof. Djoko menginginkan agar posisi UNAIR di Webometrics, setidaknya setara dengan posisi UNAIR pada lembaga pemeringkatan kampus Quacquarelli Symonds (QS). Untuk mencapai peringkat itu, Wakil Rektor I UNAIR tersebut mengatakan perlu adanya peningkatan reputasi akademik.

Upaya peningkatan reputasi akademik yang dimaksud adalah dengan memperbanyak agenda kegiatan akademik berskala internasional, dan peningkatan publikasi penelitian. Dalam rapat tersebut, Prof. Djoko meminta agar sebagian besar program studi di UNAIR mengadakan dua agenda akademik berskala internasional dalam setahun.

“Sekitar 169 prodi di UNAIR, katakanlah kita ambil separuhnya untuk mengadakan dua event internasional per tahun, ada presentasi ilmiah juga. Sehingga, ada komunikasi dengan international speaker. Kalau agenda itu dilaksanakan secara rutin minimal lima tahun, mereka akan mengenal UNAIR,” tutur Prof. Djoko.

Prof. Djoko juga mengingatkan, agar para akademisi UNAIR rutin menyelenggarakan forum diskusi dengan pemerintah. Forum diskusi itu dilaksanakan untuk mendiseminasi hasil-hasil riset di berbagai bidang yang dilakukan oleh peneliti UNAIR.

Dalam kesempatan yang sama, Badri mengemukakan alasan pentingnya pemeringkatan Webometrics bagi UNAIR. Badri, mengutip Prof. Hermawan tim evaluasi World Class University yang berkunjung ke UNAIR pekan lalu, mengatakan bahwa sivitas akademika UNAIR memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan. Oleh karena itu, peningkatan reputasi akademik pada era digital begitu penting.

Merujuk pada Universitas Manchester yang menduduki peringkat ke-69 dalam Webometrics, seluruh dosennya terdaftar di Google Cendekia (biasa dikenal dengan Google Scholar). Sebab, Webometrics menggunakan Google Cendekia sebagai indikator penilaian. Ketua BPP itu menyarankan, agar seluruh dosen memiliki aktivitas di Google Cendekia.

Sejauh ini, UNAIR telah melaksanakan berbagai upaya untuk menunjang pemeringkatan Webometrics, diantaranya penyediaan laman http://repository.unair.ac.id, http://news.unair.ac.id, dan berbagai lokakarya yang berkaitan dengan perankingan Webometrics. (*)

Penulis : Defrina Sukma S.
Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu