Ini Ciri Khas Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi/UNAIR NEWS

UNAIR NEWS – Setiap jurusan memiliki keunikan tersendiri. Begitu pula, jurusan Ilmu Komunikasi. Akhir pekan lalu, tim UNAIR News berbincang dengan salah satu dosen muda di jurusan tersebut, Rendy Pahrun Wadipalapa S.Ikom., MA. Topik bahasannya seputar ciri khas mahasiswa Ilmu Komunikasi UNAIR. Berdasarkan obrolan tersebut, setidaknya dua karakter utama dari mereka yang dibahas. Berikut rinciannya.

Santun dalam Menggunakan Media Sosial

Di era keterbukaan informasi dan gelombang kebebasan berpendapat, dibutuhkan sikap baik dalam memanfaatkan teknologi. Salah satunya, kesantunan dalam melontarkan pemikiran. Khususnya, di media sosial dan ranah internet. Sudah menjadi rahasia umum, media sosial belakangan sarat dengan hoax, fitnah, kabar bohong, dan sharing tautan yang kebenarannya belum jelas.

Para mahasiswa Ilmu Komunikasi pasti dekat dengan dunia maya. Sebab, sarana komunikasi yang lagi ngehits memang ada di sana. Namun, kata Rendy, bisa dipastikan para mahasiswa umumnya santun dalam menggunakan media sosial. Mereka tidak akan mudah percaya dengan berita yang didapatkan. Pun, tidak mudah terpancing dengan kabar-kabar yang belum terklarifikasi.

Mengapa? Karena di Ilmu Komunikasi, ada begitu banyak mata kuliah yang membahas tentang bagaimana etika dalam mengirim maupun menerima pesan. Sopan santun menjadi pertimbangan fundamental. Bila seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi masih sering lalai dan alay dalam bermedia sosial, keseriusannya dalam kuliah patut dipertanyakan.

Lihai buat Meme, Animasi, dan Pesan Visual

Belakangan, ujar Rendy, para mahasiswa Ilmu Komunikasi begitu gethol mengemas pesan melalui media visual. Ada yang berupa animasi sederhana, komik strip ringkas, dan lain sebagainya. Isinya, berbagai pokok bahasan sehari-hari. Mulai kritik sosial, hingga cerita-cerita ringan anak kost. “Meme itu adalah ekspresi paling sederhana. Saat ini, eksplorasi visual mahasiswa itu ekspresinya sangat luar biasa,” ujar Rendy.

Pesan yang dimaksud biasanya dibagi di grup-grup media sosial. Misalnya, WhatsApp dan Line. Untuk karya-karya yang dinilai cukup resisten atau kelewat privat, para mahasiswa biasanya tidak berani secara frontal membagikannya di tautan facebook yang bisa dibilang “lebih bebas”. Yang jelas, kelihaian mereka menjelajah ruang visual menjadi bukti kalau jebolan Ilmu Komunikasi tidak hanya pintar ngomong. (*)

Penulis: Rio F. Rachman
Editor : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu