Unicef dan Geliat UNAIR Simulasikan e-Tools Aplikasi Monitoring Terbaru

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Mark Globinsky saat menjadi pembicara dalam kunjungan UNICEF di FKM, Kamis (12/8). (Foto: Okky)

UNAIR NEWS – Dalam rangka melanjutkan kerjasama dengan Gerakan Peduli Ibu Hamil dan Anak Sehat (GELIAT) Universitas Airlangga, United Children’s Fund (UNICEF) melakukan kunjungan ke Fakultas Kesehatan Masyarakat, UNAIR.  Pada kunjungan yang berlangsung Kamis (12/8) ini, UNICEF memberikan pelatihan bertajuk “Training on e-Tools UNICEF for Trip and Report Monitoring Progress Implementation Partnership Activities 2016-2017” di Aula Sabdoadi, FKM UNAIR.

Pelatihan ditujukan untuk melakukan simulasi terkait program monitoring terbaru dari UNICEF yang berbasis perangkat lunak. Selain ditujukan untuk mengintegrasikan proses laporan kegiatan, dengan diadakan pelatihan ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan kertas dalam pembuatan laporan guna mendukung gerakan peduli lingkungan yang tengah digalakkan UNICEF.

Simulasi disampaikan langsung oleh dua perwakilan UNICEF dari kantor pusat di New York, USA, yakni Mark Globinsky dan Ida Zenda. Acara ini tidak hanya dihadiri komponen GELIAT UNAIR, melainkan beberapa lembaga lain yang juga bekerjasama dengan UNICEF.

Aplikasi e-Tools merupakan aplikasi terbaru dan masih kali kedua dikenalkan oleh UNICEF. Sebelumnya, aplikasi e-Tools dikenalkan pertama kali di Myanmar, kemudian di Indonesia sebagai negara kedua. Menurut Armunanto perwakilan UNICEF Indonesia, e-Tools tersebut masih membutuhkan pengembangan, sehingga dari simulasi ini dapat didiskusikan perihal perbaikannya.

“Sebelum nantinya resmi rilis pada sekitar Desember, e-Tools perlu untuk terus dikembangkan agar benar-benar siap digunakan nantinya,” tambah Armunanto.

GELIAT UNAIR telah memulai kerjasama dengan UNICEF sejak tahun 2015. Program GELIAT yang dibentuk atas prakarsa Dr. drg. Nyoman Anita Damayanti, MS., saat ini telah menunjukkan hasil yang signifikan. Menurut Nyoman, pendampingan yang awalnya dilakukan pada 165 ibu hamil tersebut, tercatat 85 diantaranya telah berhasil melahirkan dengan selamat. Sementara itu, ada sekitar 108 ibu hamil baru yang siap untuk didampingi oleh tim GELIAT UNAIR.

Selain itu, Nyoman juga menambahkan bahwa pendampingan akan dilanjutkan hingga selesainya masa nifas. Upaya ini untuk menekan kasus meninggalnya ibu setelah proses melahirkan.

“Nantinya kami ingin memusatkan pendampingan juga pada bayi. Hal ini untuk menurunkan kasus kematian bayi setelah proses kelahiran. Karena pendampingan anak sehat juga sama pentingnya dengan ibu hamil. Sehingga, kami memandang perlu melanjutkan pendampingan, seperti pembekalan ilmu dalam merawat bayi tersebut,” ujar Nyoman.

Dengan keberlanjutan kerjasama antara GELIAT UNAIR dan UNICEF kali ini, Nyoman melihat adanya sumbangsih besar yang nantinya dapat meningkatkan kualitas kesehatan di Jawa Timur, khusunya Surabaya. Didukung proses monitoring yang semakin mudah dan terintegrasi lewat e-Tools, program-program kegiatan GELIAT dan UNICEF tersebut diharapkan akan semakin berjalan efektif. (*)

Penulis : Okky Putri
Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu