Rangkuman Berita UNAIR di Media (12/8)

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi clipartpanda.com

Kuota Beasiswa untuk Mahasiswa Berjibun

Kini kuliah bukan lagi kendala. Sebab, seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) telah menyediakan beasiswa bagi mereka yang tidak dapat kuliah karena tersandung biaya. Di UNAIR, kuota beasiswa tiap tahun mencapai 5.790 mahasiswa. Kuota tersebut diperoleh UNAIR dari hasil kerjasama dengan pihak swasta maupun dari kuota yang disediakan pemerintah pusat. Direktur Kemahasiswaan UNAIR, Hadi Subhan menerangkan, jumlah tersebut setiap tahun fluktuatif. Kuota tersebut dapat meng-cover 21,5 persen dari total mahasiswa UNAIR. Serapan tersebut dapat dikatakan baik, sebab setiap PTN setidaknya memberikan beasiswa minimal 20 persen dari total keseluruhan.

Jawa Pos, 12 Agustus 2016 halaman 34

Saatnya Warga Bisa Gugat Kerugian

Korupsi nyaris identik dengan kerugian Negara. Ketika kasus korupsi dibawa ke pengadilan, ini menjadi semacam upaya menagih kerugian yang diderita Negara akibat perbuatan koruptor. Masyarakat semestinya punya hak menggugat karena dirugikan akibat korupsi pejabat dan komplotannya. Kian maraknya kasus pengungkapan korupsi mengusik Fakultas Hukum UNAIR. Sejak Februari lalu, mereka mendirikan Center of Anti Corruption and Criminal Policy (CACCP) yang dipimpin Guru Besar Prof. Dr. Didik Endro Purwoleksono, SH., MH, dan Sekretaris Iqbal Felisiano, SH., LLM. Pusat Kajian Antikorupsi dan Pidana itu mencermati kasus dugaan korupsi yang menonjol di Jatim, diantaranya kasus Bank Jatim, kasus Fuad Amin Imron, dan kasus La Nyala Matalitti. Iqbal juga menggalang Jaringan Antikorupsi Jatim, termasuk bekerja sama dengan KPK.

Jawa Pos, Jumat 12 Agustus 2016 halaman 2

Belajar Mandiri dari Pramuka

Menjadi aktivis pramuka kadang dianggap ribet bagi sebagian orang. Berbeda dengan Niken Kusumawardani yang justru sangat menikmati menjadi aktivis pramuka sejak remaja. Baginya, kegiatan yang dia jalankan selama menjadi anggota pramuka sangat menyenangkan dan tidak membosankan. Pramuka tidak hanya memberinya pengalaman seru untuk mengenal alam, juga membuatnya berkenalan dengan banyak orang. Ketika masih menempuh pendidikan di Jurusan Manajemen UNAIR, Niken sebenarnya mendapat kesempatan mengikuti Jambore di Papua. Sayangnya, saat itu bertepatan dengan ujian di kampusnya, sehingga dia harus rela tidak ikut dalam rombongan Jambore tersebut. Berkat pramuka, dia banyak mengenal budaya masyarakat Indonesia dari Sabang Sampai Merauke.

Sindo, Jumat 12 Agustus 2016 halaman 13 dan 14

Penulis : Afifah Nurrosyidah
Editor : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu