Delvac Oceandy, pengajar dan peneliti senior di Universitas Manchester (UoM), Inggris juga merupakan alumni S-1 Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga yang lulus pada tahun 1996. (Foto: Dokumentasi IOP)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Delvac Oceandy, pengajar dan peneliti senior di Universitas Manchester (UoM), Inggris memberikan kuliah tamu “Kunci Sukses dalam Berkarir di Bidang Riset”. Ia merupakan alumni S-1 Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga yang lulus pada tahun 1996. Selesai merampungkan studi di FK UNAIR, Delvac memilih mengejar mimpinya dan melanjutkan studi di luar negeri.

“Lulus dari FK saya memang waktu itu punya impian dan cita-cita. Mungkin pada waktu itu, (cita-cita) saya sedikit agak di luar nalar. Namanya impian, ya, coba saya kejar. Saya ingin berkiprah di dunia riset, dan ingin go international. Saya ingin berkarir bukan hanya di level nasional saja, tapi internasional,” tuturnya.

Prof. Delvac bercerita, sejak masih kuliah ia sudah aktif melakukan penelitian, namun semuanya masih terbatas pada tingkat nasional. Setelah Prof. Delvac lulus dari FK UNAIR, ia mendapatkan beasiswa untuk berkuliah jenjang magister dan doktoral di Australia. “Lalu saya mendapat kesempatan untuk postdoctoral di Inggris. Jadilah saya pindah di Universitas Manchester dan bekerja di sana sampai sekarang,” ujarnya.

Berdasarkan diskusi dan sharing dari para peserta, permasalahan tentang penelitian yang dialami dosen cukup beragam. Dari mulai pendanaan, hingga iklim penelitian yang tidak sehat. Namun, Prof. Delvac mengatakan, seorang peneliti harus pandai mensiasati keadaan. Hingga sepuluh tahun terakhir, tak kurang dari 30 penelitian telah ia hasilkan.

“Ada pepatah yang bilang there is no such thing as bad weather, only bad clothing. Kalau mau sukses, pada situasi apa saja, ya, kita harus pintar mensiasati. “Kita harus bisa. Jangan bilang ‘karena’, tapi ‘meskipun’. Kata-kata ‘meskipun’ dahulukanlah. Kalau sudah punya komitmen, tekad, dan kemauan, pasti tercapai,” tegasnya.

Prof. Delvac mengatakan bahwa manusia Indonesia cukup cerdas. Artinya, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mumpuni untuk bisa bersaing dengan bangsa-bangsa asing. Namun, menurut Prof. Delvac, masyarakat kita kurang memiliki rasa percaya diri.

“Yang kurang dari SDM kita adalah keyakinan, dan rasa percaya diri bahwa kita mampu. Kelemahannya, agak minder. Istilahnya, kalah dulu sebelum berperang. Itu harus dihilangkan. Harus yakin bahwa kalau kita yakin pasti bisa,” ujarnya mantap.

Pada kesempatan ini, Prof. Delvac membagi tips agar cita-cita UNAIR untuk mampu menembus peringkat 500 top perguruan tinggi kelas dunia segera terlaksana.

“Di atas langit masih ada langit. Maknanya, kita tidak boleh merasa sombong dan tinggi hati. Kita harus tahu level kita di mana. Bahwa di luar sana masih banyak yang bisa dieksplorasi, dipelajari, dan tantangan-tantangan yang bisa dihadapi. Jangan terkungkung di dalam tempurung. Kalau sudah merasa enak di sini, bukan berarti di luar tidak ada yang bisa dieksplorasi. Harus terbuka melihat dunia di luar sana,” katanya.

“Sampai akhirnya saya bisa seperti ini karena bisa melihat apa yang ada di luar sana. Kuncinya, berani ke luar, kerja keras, percaya saja pasti bisa sukses,” pungkasnya. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor: Defrina Sukma S.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone