Sarasehan BEM Seluruh Indonesia Ramaikan PIMNAS ke-29

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana sarasehan BEM di Aula Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), IPB, Bogor, Selasa-Rabu (9-10/8) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai salah satu organisasi di lingkungan mahasiswa, memiliki peran sentral dalam menentukan dinamika kehidupan kampus. Kali ini, pada perhelatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-29 yang dilaksanakan di Institutut Pertanian Bogor, perwakilan BEM dari Perguruan Tinggi se-Indonesia menggelar sarasehan selama dua hari. Sarasehan berlangsung pada Selasa-Rabu (9-10/8) bertempat di Aula Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), IPB, Bogor.

Banyak topik bahasan yang disinggung selama dua hari tersebut. Rizky Fadhilah selaku ketua BEM UNAIR yang hadir dalam acara menjelaskan, bahasan utama sarasehan yaitu mengenai makna prestasi bagi mahasiswa. Ketua organisasi mahasiswa tertinggi di UNAIR tersebut juga menegaskan bahwa sarasehan kali ini menjadi momen untuk menyatukan gagasan-gagasan dari seluruh BEM di Indonesia.

“Karena sarasehan waktunya sesuai dengan penyelenggaraan PIMNAS, ya bahasannya lebih menekankan bagaimana peran BEM bisa meningkatkan dan mendukung prestasi mahasiswa. Selain itu bagaimana mensinegikan prestasi antara PTN di Indonesia, agar prestasi mahasiswa bisa meningkat,” terang mahasiswa yang akrab disapa Ace tersebut.

Mahasiswa Ilmu Sejarah tersebut juga menjelaskan, dengan diadakannya sarasehan bisa mengetahui sudut pandang  antar BEM se-Indonesia mengenai prestasi mahasiswa. Ace berharap, melalui sarasehan dapat terwujud satu persepsi antar BEM yang notabene mewakili cara pandang mahasiswa dari saluruh kampus.

“Dalam diskusi ada silang pendapat. Yang satu mengatakan bahwa prestasi bukanlah suatu hal yang dinilai dari kejuaraan, tapi lebih pada kebermanfaatan. Yang lain ada yang mengatakan jika prestasi adalah yang ada sebuah pengakuan. Perbedaan ini yang kami cari titik tengahnya,” imbuhnya.

Sarasehan kali ini diselenggarakan dalam bentuk seminar dan forum diskusi. Pada kesempatan ini, perwakilan BEM dari seluruh kampus di Indonesia menyusun sebuah draft mengenai pandangan kebijakan-kebijakan tentang pendidikan ke depan untuk diserahkan kepada Menristek-Dikti.

“Dari forum ini kami juga menyusun draft yang bisa diserahkan ke Menristek-Dikti. Tujuannya agar bisa menjadi pertimbangan kebijakan pendidikan agar lebih baik,” pungkasnya. (*)

Penulis : Nuri Hermawan
Editor    : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu