Mahasiswa KKN-BBM Gelar Seminar Tingkatkan Pengetahuan Warga

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana pelatihan yang diberikan oleh anggota KKN Desa Kedungsoko, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Minimnya pengetahuan warga desa tentang simpan pinjam uang memberi gagasan terhadap mahasiswa Universitas Airlangga yang tengah mengikuti program Kuliah Kerja Nyata – Belajar Bersama Masyarakat. Di Desa Kedungsoko, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, warga setempat mendapatkan pelatihan dengan topik “Edukasi Keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan untuk Kedungsoko Lebih Maju”, pada Kamis (4/8).

“Kita memilih OJK sebagai narasumber karena melihat kondisi desa yang jauh dari bank dan pengetahuan warganya yang hanya tentang simpan pinjam” tutur Yana, mahasiswa peserta KKN – BBM yang juga ketua pelaksana program.

Dalam seminar keuangan tersebut diikuti oleh warga setempat yang sebagian besar merupakan petani dan pengusaha. Camat Sukomoro yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang berlangsung pada siang hari itu. “Materi mengenai edukasi keuangan adalah wawasan yang baru bagi kami. Saya berharap materi ini dapat diterapkan oleh masyarakat Kedungsoko,” ujar Haris Jatmiko selaku Camat Sukomoro.

Dalam seminar itu, masyarakat mendapatkan penjelasan mengenai kegiatan perbankan, asuransi, dan pegadaian. Selain itu, Warsono yang merupakan pembicara dari pihak OJK juga memaparkan mengenai investasi dan penipuan. Warsono berharap, dengan adanya seminar seperti ini masyarakat setempat bisa memahami pengelolaan uang sehingga konflik akibat permasalahan bisa diminimalisir.

“Hal yang paling penting adalah agar warga berhati-hati dan memahami pasal-pasal yang bersangkutan dalam hal kredit, serta hak dan kewajiban pemegang keuangan,” ungkap Warsono.

Di Bojonegoro, kelompok mahasiswa Desa Kauman, Kecamatan Baureno, mengadakan seminar tentang status anak luar kawin. Acara tersebut diperuntukkan untuk warga khususnya kalangan pemuda. Masyarakat diharapkan dapat memahami hukum yang berlaku mengenai permasalahan anak luar kawin, misalnya kawin siri. Seminar ini dihadiri oleh akademisi Fakultas Hukum UNAIR Dr. Ghangsam Anand, S.H., M.Kn, dan hakim tinggi Pengadilan Tinggi Jawa Timur James Butar Butar sebagai pembicara.

“Alhamdulillah dengan terselenggaranya acara ini tentang permasalahan kawin siri agar anak mendapatkan pengakuan hukum sehingga hak-haknya terpenuhi,” ungkap Hariri, mahasiswa peserta KKN – BBM UNAIR di Kauman. (*)

Penulis: Akhmad Janni
Editor: Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu