21 PKM UNAIR Selesai Dipresentasikan, Hasilnya Terserah Yang Diatas

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr. Hadi Subhan ketika memberikan arahan dalam evaluasi atas penampilan dalam presentasi PKM dalam Pimnas Ke-29 di IPB. (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS Sebanyak 21 makalah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) karya mahasiswa Universitas Airlangga selesai dipresentasikan, Rabu (10/8). Tim yang mendapat giliran sesi presentasi terakhir adalah PKM-Teknologi (PKM-T) yang berjudul “Sistem Segmentasi Citra Sebagai Pengukuran Tendensi dan Stability Volume Busa pada Foaming Test Pelumas di Laboratorium PT Pertamina Lubricants Gresik Berbasis Borland Delphi 7”.

Seperti diberitakan UNAIR NEWS kemarin, sembilan makalah PKM UNAIR memperoleh kesempatan presentasi pada hari kedua, Selasa (9/8). Diantaranya adalah makalah PKM-GT (Gagasan Tertulis) bertajuk “Screen City Architecture Sistem Tata Ruang Kota Dua Alam Futuristik Melalui Desain Tirai Laut Solusi Kamuflase Bencana Banjir Rob” karya M. Dedy Bastomi dan tim. Makalah PKM – GT tersebut merupakan satu-satunya makalah tim UNAIR yang lolos ke tahap PIMNAS.

“Alhamdulillah, rasanya plong banget setelah presentasi,” kata Karina Dwi Saraswati salah satu kontingen UNAIR di PIMNAS.

“Bagaimana hasilnya, semua kami serahkan kepada Yang Di Atas. Kami sudah berusaha mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, tampil yang sebaik-baiknya. Jadi, semuanya tergantung kehendak Yang Maha Kuasa,” tambah M. Yazid Abdul Jalal, dari PKM “Boncabe”.

SALAH satu ketua Tim PKM ketika memberikan masukan dalam evaluasi penampilan Tim PKM UNAIR. (Foto: Bambang Bes)
SALAH satu ketua Tim PKM ketika memberikan masukan dalam evaluasi penampilan Tim PKM UNAIR. (Foto: Bambang Bes)

Dengan selesainya seluruh sesi presentasi 21 PKM UNAIR, maka evaluasi secara rutin diselenggarakan setiap malam. Ketua Kontingen PIMNAS UNAIR Agus Widiantoro, SH., M.Si., mengatakan, seluruh aspek internal maupun eksternal menjadi koreksi dan evaluasi demi pelaksanaan PIMNAS tahun berikutnya. Aspek yang dimaksud meliputi penampilan diri, penampilan lawan, hingga pertanyaan juri.

Dalam pertemuan itu, sebagian tim PKM diminta secara bergantian untuk menyampaikan proses pelaksanaan presentasi, mulai dari kekuatan lawan, proses penyampaian materi, dan sesi tanya jawab antara juri dan peserta.

“Tipe-tipe juri yang seperti apa. Ada juri yang sebelum bertanya menyampaikan ilustrasinya panjang, ada juri yang hanya minta jawaban langsung dan singkat. Ada pula juri yang sifatnya hanya minta konfirmasi, bahkan ada juri yang seandainya tidak dijawab pun tidak apa-apa karena presentasi peserta sudah sangat baik. Hal-hal seperti itu menjadi pelajaran kita ke depan,” kata Agus yang juga dosen Fakultas Hukum UNAIR itu.

Ke Luar Jawa

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr. M. Hadi Subhan, mengatakan apapun pengalaman yang terjadi pada PIMNAS ke-29 ini bisa menjadi pelajaran berharga, terutama bagi mahasiswa yang masih bisa berpartisipasi pada PIMNAS berikutnya.

Tahun depan, terdapat dua perguruan tinggi yang mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah PIMNAS, yaitu Universitas Makassar dan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. “Tetapi dengan tradisi PIMNAS bergiliran, setelah Jawa, maka giliran luar Jawa dan kembali lagi ke Jawa, maka kemungkinan dilaksanakan di Makassar,” kata Hadi. (*)

Penulis: Bambang Bes
Editor: Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu