Teknobiomedik Pascasarjana Redesain Kurikulum Perkuat Wawasan Global

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Para peserta pertemuan Redesain Kurikulum Magister Teknobiomedik. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Pertemuan untuk redesain (merancang ulang) Kurikulum Program Studi (Prodi) Magister Teknobiomedik Sekolah Pascasarjana UNAIR dilaksanakan Rabu, (10/8), di Aula Gedung Pascasarjana. Selain dihadiri oleh akademisi dan dosen pengajar di internal Pascasarjana, sejumlah pakar dari luar sivitas akademika UNAIR juga diundang. Diantaranya Prof. Dr. Ir. Mauridhi Hery Purnomo, M.Eng dan dr. I Putu Alit Pawana. Meski demikian, bila nantinya dibutuhkan masukan atau referensi tambahan, Prodi ini akan berkomunikasi dengan pihak lain sesegera mungkin.

Kaprodi S2 Teknobiomedik, Dr. Suryani Dyah Astuti, SSi., MSi, mengutarakan, selama ini Teknobiomedik memiliki dua konsentrasi atau peminatan. Kedua peminatan itu adalah instrumentasi medis dan biomaterial. Perkuliahan para mahasiswa di masing-masing peminatan umumnya terpisah sejak awal. Nah, sesudah redesain nanti, dipastikan akan ada perbedaan yang mendasar.

“Akan ada lebih banyak mata kuliah bersama. Mereka hanya terpisah di mata kuliah pilihan. Pola ini akan dimulai sejak tahun akademik 2016/2017,” ujar Suryani.

Dengan demikian, tiap mahasiswa akan mendapat pengetahuan yang lebih luas. Tidak hanya terkungkung pada satu peminatan tertentu. Sebab, di luar sana, tantangan bagi para lulusan semakin kompleks. Maka dari itu, dibutuhkan kemampuan yang multi dimensi. Terlebih, Prodi ini berkembang dengan dasar disiplin ilmu yang beragam. Mulai dari teknologi hingga kesehatan.

Prof. Dr. Hj. Sri Iswati, SE., M.Si., Ak., Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Dra., M.Si. dan Dr Suryani Dyah Astuti SSi, MSi dalam pertemuan Rabu (10/8). (Foto: UNAIR NEWS)
Prof. Dr. Hj. Sri Iswati, SE., M.Si., Ak., Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Dra., M.Si. dan Dr Suryani Dyah Astuti SSi, MSi dalam pertemuan Rabu (10/8). (Foto: UNAIR NEWS)

Direktur Pascasarjana UNAIR Prof. Dr. Hj. Sri Iswati, SE., M.Si., Ak., mengungkapkan, Prodi ini unik karena tidak mengenal istilah hierarki. Penerimaan mahasiswa baru terbuka tiap semester. Dengan kata lain, keberadaannya benar-benar memudahkan para sarjana yang ingin studi lanjut. “Perkuliahan di sini sangat aplikatif bagi kehidupan sehari-hari serta sangat membantu pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap dia.

Direktur Pendidikan UNAIR Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Dra., M.Si., yang ikut memberi sambutan dalam pertemuan itu mengungkapkan, redesain diperlukan untuk membuat sebuah Prodi makin maju. “Jangan takut untuk mengubah kurikulum,” ungkap dia. “Pembenahan diperlukan untuk makin menguatkan wawasan kita di dunia global,” sambungnya.

Yang juga mesti diperhatikan, kata Prof. Nyoman, adalah inisiatif untuk bersinergi dengan banyak pihak. Khususnya, bersama elemen-elemen di Surabaya. Termasuk, dengan kampus ITS yang memiliki basis teknologi baik. Dengan kata lain, UNAIR yang punya kapabilitas excellent di ranah kesehatan, akan menghasilkan produk di bidang teknobiomedik yang istimewa, bila berkolaborasi dengan ITS. (*)

Penulis: Rio F. Rachman
Editor : Dilan Salsabila

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu