Sembilan PKM UNAIR Tampil Hari Pertama PIMNAS Ke-29

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Salah satu Tim PKK-K Universitas Airlangga sedang presentasi arena Pimnas XXIX. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWSKontingen Universitas Airlangga telah melalui hari pertama pelaksanaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-29 di Institut Pertanian Bogor. Pada hari perdana kemarin, sudah sembilan tim PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) UNAIR yang memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan karya ilmiahnya di depan dewan juri presentasi. Kegiatan presentasi PKM dilaksanakan di gedung kuliah bersama IPB.

Tim sembilan karya PKM UNAIR yang tampil di hari pertama itu antara lain berjudul ”Dental Light Chip sebagai Alat Solusi Pencegahan Anak Takut Periksa ke Dokter Gigi” (PKM – Kewirausahaan); “Rancang Bangun Alat Deteksi Glukosa Urin Portable Non-Invasive Berbasis Infrared Laser Spectroscopy untuk Diagnosis Dini Diabetes Mellitus” (PKM – Karsa Cipta); “PWBT (Portable Warner of Blood Transfussion untuk Pemanasan Darah Saat Melakukan Transfusi Darah dalam Bentuk Portabel” (PKM – Karsa Cipta).

Ada pula tim “BONCABE (Boneka Pintar, Cerdas, dan Berbakat)” (PKM – Pengabdian Masyarakat); “Paduan Hyaluronic Acid (HA) Polyethylene Glycol (PEG) sebagai Injectable Hydrogel untuk Terapi Penderita Degenerasi Diskus Intervertebralis” (PKM – Penelitian); “Screen City Architecture: Sistem Tata Ruang Kota Dua Lantai Alam Futuristik melalui Desain Tirai Laut Solusi Kamuflase Bencana Banjir Rob” (PKM – Gagasan Tertulis).

“Alhamdulillah anak-anak sudah tampil bagus pada hari pertama kemarin. Mudah-mudahan apa yang diketahui, dilihat, dan dicatat oleh mereka bisa kita share disini bagi yang belum presentasi,” kata Ketua Kontingen UNAIR Agus Widiantoro, ketika memulai rapat evaluasi, di Hotel Padjadjaran Suites, Bogor, Selasa (9/8) malam.

Yazid, anggota tim PKM-M BONCABE juga bersyukur timnya bisa melakukan presentasi sesuai yang diharapkan. Ia dan keempat kawannya yang terdiri dari lintas fakultas di UNAIR ini tinggal berdoa agar bisa meraih penilaian baik dan menggondol medali. “Alhamdulillah sekarang sudah plong. Tinggal berdoa terus, Pak,” kata Yazid, yang pernah mengikuti PIMNAS tahun lalu di Universitas Halu Oleo, Kendari.

Karena ada peraturan bahwa tim yang sudah presentasi tetap wajib hadir di kelas hingga semua presentasi selesai semua, maka tim-tim yang sudah presentasi harus menjadi audiens bagi tim lain yang belum presentasi.

Penulis: Bambang Bes
Editor: Defrina Sukma S.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu