Kemenristek Bertekad Jadikan Riset Sebagai Profesi yang Menarik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ketua Panitia Pimnas XXIX-2016 di IPB menerima piala “Adi Kerta Kartawidya” dari Rektor Unibraw (juara Pimnas Ke-28) untuk diperebutkan kembali pada Pimnas 2016 ini. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Prof. Dr. M. Nasir bertekad untuk menjadikan posisi jabatan tidak lagi menjadi sesuatu yang menarik perhatian, tetapi ingin menjadikan profesi peneliti merupakan posisi yang menarik perhatian dan diidam-idamkan orang.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya ketika membuka Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXIX, di gedung Graha Widya Wisuda (GWW) Institut Pertanian Bogor (IPB), Senin (8/8) malam. Didampingi Rektor IPB Prof. Dr. Ir. H. Herry Suhardiyanto, M.Sc., Ketua panitia Pimnas XXIX Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, MS., Menristek menandai pembukaan dengan menekan tombol sirine, yang kemudian dilanjutkan dengan display peserta Pimnas dan kesenian.

Hadir dalam pembukaan Pimnas ini selain Menristek adalah Rektor PTN-PTS, yang diantaranya adalah Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) Prof. Dr. H. Moh Nasih, SE., MT., Ak., MCA., dan Rektor Universitas Brawijaya selaku Juara Umum Pimnas XXVIII di Universitas Halu Oleo, Kendari, untuk menyerahkan Piala Bergilir “Adi Karta Kertawidya” kepada panitia untuk diperebutkan kembali.

Tekad Menristek demikian tidak lain untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas yang berbasis para riset (penelitian) untuk meningkatkan daya saing bangsa dan kemajuan negara. Jika hal tersebut tidak dilakukan maka tidak akan ada perubahan dan kita tidak akan berkembang. Intinya, inovasi itu sangat penting untuk tujuan meningkatkan daya saing bangsa.

“Amerika Serikat bisa maju ya karena inovasinya. Jepang bisa maju ya karena inovasinya. Dengan demikian nuansa riset harus kita tingkatkan dengan baik, sedangkan riset akan menjadi baik apabila para peneliti tidak lagi disibukkan dengan laporan-laporan keuangan saja,” kata Menristek Prof. M Nasir.

Dikatakan, Pimnas merupakan ajang yang harus dilaksanakan untuk mencari bibit unggul periset untuk melaksanakan inovasi dalam rangka meningkatkan kreativitas mahasiswa berbasis riset.

Menristek Dikti Prof. M Nasir (tengah) didampingi Rektor IPB, Rektor Unibraw, dan ketua panitia Pimnas XXIX membuka Pimnas di IPB, Senin (8/8) malam. (Foto: UNAIR NEWS)
Menristek Dikti Prof. M Nasir (tengah) didampingi Rektor IPB, Rektor Unibraw, dan ketua panitia Pimnas XXIX membuka Pimnas di IPB, Senin (8/8) malam. (Foto: UNAIR NEWS)

Kepada pada periset, reviwer, dan dosen peneliti, Menristek Dikti juga menyampaikan kabar yang menggembirakan bahwa saat ini sudah ada Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 106 Tahun 2016 yang disyahkan pada 12 Juli 2016. Permenkeu itu mengatur tentang pendanaan riset yang tak lagi berbasis aktivitas, tetapi pendanaan riset sekarang berbasis pada output atau hasil. Aturan baru itu lahir atas usulan Kemenristek, jadi kedepan diharapkan peneliti tidak lagi direpotkan dengan tanggungjawab masalah keuangan yang  menyulitkan.

”Saat itu dokumen palsu banyak sekali, yang mungkin ekses dari sulitnya pertanggungjawaban masalah keuangan saat itu. Mudah-mudahan Pimnas kedepan juga jauh lebih baik, bermutu, dan berbobot,” tandas Menristek.

Menristek Dikti juga mengapresisi panitia Pimnas atas kerja kerasnya melayani yang terbaik, dimana peserta Pimnas tahun ini merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah Pimnas sejak 1988. Menteri juga berjanji akan mengirimkan juara inovasi pada Pimnas ini berlomba ke luar negeri jika ada lomba serupa di tingkat internasional.

Pelaksanaan Pimnas XXIX ini dinilai Menteri juga sangat tepat, karena bersamaan dengan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-21, yang puncak peringatannya dilaksanakan di Solo, Selasa (9/8) 2016 dengan tema “Inovasi untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa.”

”Saya berharap kedepan kita menjadikan Pimnas ini betul-betul sebagai arena kebersamaan mahasiswa Indonesia, sehingga identitas apapun ya mahasiswa Indonesia dengan satu tujuan bagaimana kita tingkatkan daya saing bangsa,” kata Menristek Dikti Prof. M Nasir.

Ketua Panitia Pimnas XXIX Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, MS melaporkan, peserta Pimnas 2016 ini diikuti 145 perguruan tinggi, dengan jumlah proposal 460 kelompok yang sudah diseleksi dari 4.724 kelompok PKM yang didanai Kemenristek Dikti tahun 2016 ini. Tetapi kemudian panitia mengusulkan penambahan 20 kelompok PKM untuk memperluas kesempatan perguruan tinggi berpartisipasi di Timnas XXIX di IPB ini. (*)

Penulis: Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu